10 Kawasan Toko Buku Bekas Murah Jakarta

By | May 22, 2019

10 Kawasan Toko Buku Bekas di Jakarta Murah Berkualitas

Daftar Isi

Membeli buku murah tentu menjadi sebuah keuntungan pribadi bagi para pecinta buku, apalagi jika buku yang dibeli adalah buku yang menjadi favoritnya atau buku yang benar – benar berkualitas.

Membeli buku tentunya tidak harus berwujud buku baru, membeli buku bekas pun bisa menjadi sebuah kegiatan yang berharga dalam menambah koleksi buku – buku kita di rumah.

Keberadaan toko buku bekas merupakan sebuah fenomena dimana toko – toko tersebut bisa kita jadikan sebagai sebuah tempat untuk membeli buku berkualitas dengan harga yang terjangkau dan cenderung lebih murah daripada buku biasanya yang ada di toko – toko buku terkenal.

Toko – toko buku bekas ini juga memiliki keunggulan tersendiri dan memiliki para pelanggan yang cukup setia yang selalu memadati guna berburu buku – buku favorit mereka.

10 Kawasan Toko-Toko Buku Bekas di Jakarta yang terkenal 

Berikut ini 10 Kawasan toko buku bekas yang bisa ditemukan di Kota Jakarta.

Kawasan Toko – toko buku bekas ini mampu menjadi tempat istimewa bagi para pelanggan setianya.

Toko – toko buku bekas mana sajakah itu? Yuk kita ulas satu per satu mulai dari :

1. Toko – Toko Buku Bekas di Blok M Square

Di kawasan Blok M Square, tepatnya di lantai dasar terdapat toko – toko tempat para penjual buku bekas menjual dagangannya kepada para pencari buku – buku bekas yang murah meriah.

Kita bisa menemukan aneka buku dari buku pengetahuan, buku cerita, hingga buku komik yang dijual sangat miring di tempat ini. Para penggemar buku di Kota Jakarta pasti sangat menikmati karena adanya toko – toko buku bekas di lantai dasar Blok M Square ini.

Toko – toko buku bekas di lantai dasar Blok M Square ini memberikan sebuah nuansa tersendiri dalam kegiatan berburu buku murah meriah namun berkualitas.

Mengutip Tulisan di Media Indonesia yg berjudul (Blok M Square Tempat Berburu Buku Bekas) https://www.google.com/amp/m.mediaindonesia.com/amp/amp_detail/70706-berburu-buku-bekas-di-blok-m-square.

KAWASAN Pasar Blok M dahulu dikenal karena banyak menjual buku-buku, mulai buku baru yang asli, palsu, hingga buku bekas. Namun, pada 2008, 400 pedagang di kawasan yang berada dekat dengan Terminal Blok M itu direlokasi ke Mal Blok M Square. Pedagang buku pun diberi lokasi khusus, yakni lantai basemen.

Salah satu pedagang di sana, Suryani, 33, mengatakan buku bekas yang dijual pedagang tetap diminati para pecinta buku karena sebagian besar buku tidak dijual di toko-toko besar. Buku-buku bekas disuplai pengepul yang mengambilnya langsung dari para pemilik. “Soalnya banyak buku-buku lama di sini tidak ada di toko buku.

Kalaupun ada harganya pasti mahal. Sementara kalau di sini, meskipun bekas, isinya sama dan kualitasnya masih cukup bagus,” kata Suryani. Buku-buku yang dicari pembeli pun beragam, mulai buku anak-anak, novel remaja, dewasa, buku sastra, hingga buku pelajaran yang dibutuhkan untuk perkuliahan.

Untuk harga, buku bekas yang dijual di Blok M Square bisa 50% hingga 70% lebih murah daripada aslinya. Untuk buku perkuliahan, harganya bervariasi, dari Rp30 ribu hingga Rp75 ribu. Suryani menyatakan jumlah penjual buku di Blok M Square awalnya mencapai 150 orang. Namun, jumlahnya terus menurun karena harga sewa kios yang mahal. “Sebulan Rp2,5 juta sampai Rp5 juta, makanya banyak yang lari keluar,” tuturnya.

Lokasi Toko Buku Bekas di Blok M Square

Alamat: Lantai Dasar Blok M Square, Jalan Melawai V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telepon: (tidak ada karena berupa kumpulan penjual buku – buku bekas)
Jam Operasional: 10.00 – 22.00 WIB

100 Kios buku di Blok M Square

Suasana kios buku di mal Blok M Square (Liputan6.com/ Rezki Apriliya Iskandar)
Suasana kios buku di mal Blok M Square (Liputan6.com/ Rezki Apriliya Iskandar)

Terdapat sekurangnya 100 kios buku yang menempati lantai dasar Blok M Square. Sebagian besar pedagang buku di sana merupakan pindahan dari daerah Kwitang dan Senen, Jakarta Pusat.

Salah satunya, pedagang buku bernama Maru. Pria 23 tahun itu mengaku baru setahun berjualan buku di Blok M Square. Sebelumnya, ia berjualan di Senen, Jakarta Pusat.

Berbeda dengan Ali. Pria yang berprofesi sebagai pedagang buku itu mengaku sudah berjualan buku di tempat itu sejak sembilan tahun lalu.

“Awal jualan di sini tahun 2009. Pernah jualan di tempat lain di Senen, Terminal Senen,” kata pria 36 tahun itu.

Ada pula Ani (45). Perempuan itu bercerita kalau sebelumnya ia berjualan buku di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebelum akhirnya membuka cabang di lantai basement Blok M Square.

“Sudah jualan di Blok M ini empat tahun. Kita cabang dari TMII. Mulai jualan buku tahun 2005, yang awalnya di TMII, di belakang anjungan Aceh,” ucap Ani.

Kalah Dengan Toko Buku Online

Suasana kios buku di mal Blok M Square (Liputan6.com/ Rezki Apriliya Iskandar)
Suasana kios buku di mal Blok M Square (Liputan6.com/ Rezki Apriliya Iskandar)

Menjamur nya Toko Buku online semisal Billionairestore , kios-kios buku Blok M Square terlihat sepi dan Jumlah pembeli yang datang ke kios tersebut bahkan bisa dihitung dengan jari.

Meski sejumlah kios sudah pasang papan-papan promo buku lengkap dengan harga murah.

Tren teknologi Digital menggerus pangsa pasar mereka.karena masyarakat makin dimudahkan dg adanya ebook yg tinggal download saya,pesan via website atau cari di wikiepedia.

Dengan begitu pendapatan mereka berkurang jadi 300 ribu, 200 ribu. Padahal Sebelumnya bisa dapat 500 ribu, 700 ribu sampai satu juta juga pernah,” kata Maru.

3 Toko Buku dengan Tema berbeda dari komik,agama islam dan Pendidikan di Blok M Square

1. Wondry bookstore

Komik-komik di Wondry book store. (Foto: Tisiana Triwina/kumparan)

Wondry book store terletak di lantai basement blok B no 72, dekat dengan terowongan ke terminal Blok M. Wondry bookstore buka setiap hari dari pukul 11.00-20.00 WIB.

Selain berbagai buku bacaan dan novel, Wondry Bookstore juga menjual komik yang dijual dari terbitan tahun 1991 hingga 2010. Komik yang dijual berbahasa Indonesia dan juga Inggris. Beberapa komik yang dijual antara lain komik doraemon, naruto, mikko, archie dan masih banyak lagi.

Komik-komik berbahasa Indonesia dijual mulai dari harga Rp 5 ribu – Rp 50 ribu. Untuk komik berbahasa Inggris dijual mulai dari Rp 10 ribu-15 ribu.

Toko ini juga menjual komik langka yang paling banyak diburu oleh kolektor yaitu “Si Cerdik Michael” yang dihargai Rp 50 ribu  perbuah.

2. Bursa Buku Kwitang

Buku yang dijual di Bursa Buku Kwitang. (Foto: Tisiana Triwina/kumparan)

Toko Bursa Buku Kwitang berada di basement di blok b no 39. Toko ini buka mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. Koleksi dari toko buku ini antara lain buku-buku pelajaran baru dari tingkatan SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.

Toko buku ini merupakan cabang dari toko buku legendaris di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat. Untuk buku- buku SD dan SMP dijual mula dari harga Rp 50 ribu – Rp 100 ribu. Sementara untuk buku SMA dijual mulai dari Rp 60 ribu -150 ribu dan untuk buku-buku mahasiswa dihargai mulai dari Rp 20 ribu- hingga Rp 200 ribu.

Oh iya, di toko buku ini kamu juga bisa membeli buku menggunakan KJP (Kartu Jakarta Pintar)

3. Atlantis Muslim Bookstore

Buku- buku yang dijual di toko Atlantis. (Foto: Tisiana Triwina/kumparan)

Dilihat dari namanya mungkin kamu bisa menebak jenis buku apa yang dijual di toko ini. Yap benar, toko buku ini menjual buku-buku bernuansa islami koleksi terbaru.

Atlantis Muslik Bookstore terletak di lantai basement blok b no. 35. toko ini buka mulai dari pukul 11.00-20.00 WIB.

Sejumlah buku bernuansa islami yang dijual di sini antara lain iqro, juz amma, dan juga ensiklopedi Islam. Toko buku ini juga menjual Al-Quran.

4. Toko Buku Billionairestore

Buku buku Billionairestore

“Billionaire Store – Kiblatnya Pengusaha Indonesia adalah sebuah perusahaan edukasi bisnis yang dimentori oleh beberapa praktisi berpengalaman dalam dunia bisnis.”

2. Toko – Toko Buku Bekas di Terminal Senen

Toko – toko buku bekas juga bisa ditemukan di daerah Terminal Senen yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Senen.

Foto toko buku di pasar senen

Toko – toko buku bekas di tempat ini juga memiliki koleksi buku yang beraneka ragam yang bisa kita manfaatkan untuk menggenapi koleksi buku – buku kita yang kita pajang di rumah. Aneka bacaan bisa kita temukan di tempat ini dengan mudah.

Kita juga bisa melakukan tawar – menawar harga buku bekas sesuai dengan kesepakatan kita dengan para penjual buku – buku bekas di Terminal Senen ini sampai mendapatkan harga yang cocok dan hemat di kantong saku kita.

Setiap Awal tahun ajaran baru menjadi saat tersibuk bagi siswa dan orangtua untuk mencari buku pelajaran.

“Mau cari buku apa dek? Untuk kelas berapa? Ada catatannya? Mari saya carikan,” ujar Parni (49) saat melayani calon pembeli yang datang ke tokonya,

Yani (15) pelajar satu Madrasah Tsanawiyah di kawasan Jakarta Barat mengatakan bahwa harga yang lebih murah membuatnya memilih mencari buku di kawasan Terminal Senen.

“Bedanya bisa sekitar Rp 20 ribu dengan toko buku besar. Kondisi bukunya juga masih bagus dan yang penting masih bisa dibaca,” jelasnya saat mencari buku bersama ayahnya.

Para pedagang buku di kawasan Terminal Senen pun mengaku bila awal tahun ajaran menjadi puncak pembelian buku.

“Sepanjang tahun pasti ada sih yang beli, tapi saat baru masuk sekolah seperti sekarang biasanya memang lebih banyak yang cari buku,” ujar Parni Manurung (49), seorang penjual buku di kawasan Terminal Senen.

Selain di kawasan Terminal Senen ada pula kawasan lain yang dikenal sebagai pasar buku murah di kawasan Senen, yaitu Pasar Senen dan Jalan Kwitang Raya.

Lokasi Toko Buku Pasar senen

Alamat: Terminal Senen, RW 2, Senen, Jakarta Pusat
Telepon: (tidak ada karena berupa kumpulan penjual buku – buku bekas)
Jam Operasional: 09.00 – 17.00 WIB

3. Toko – Toko Buku Bekas di Kwitang

Toko – toko buku bekas yang ada di Kwitang ini merupakan salah satu tempat berburu buku murah dan berkualitas yang legendaris.

Tempat ini pernah masuk dalam kisah cerita Film Ada Apa Dengan Cinta, dimana sosok Rangga-lah yang dikisahkan sering mengunjungi tempat ini sebagai salah satu lokasi favorit dalam mencari bahan bacaan yang dia sukai.

Buku – buku tua yang langka juga bisa kita dapatkan di tempat ini jika kita beruntung dalam mencari dan menemukannya. Tentu saja di tempat ini juga dibuka aktifitas tawar menawar antara pembeli dengan penjual buku – buku bekas yang memadati lokasi ini.

Bagi Anda para penggemar dan pemburu buku-buku lama, tentunya kawasan Kwitang sudah tidak asing bagi Anda. Nama lokasi yang konon diambil dari nama seorang tuan tanah keturunan China, Kwik Tang Kiam di masa lampau ini pernah mengalami masa jayanya di era 70 hingga 90an dalam hal menjual buku bekas, di bilangan Segitiga Senen, Jakarta Pusat.
Bagi Anda para penggemar dan pemburu buku-buku lama, tentunya kawasan Kwitang sudah tidak asing bagi Anda. Nama lokasi yang konon diambil dari nama seorang tuan tanah keturunan China, Kwik Tang Kiam di masa lampau ini pernah mengalami masa jayanya di era 70 hingga 90an dalam hal menjual buku bekas, di bilangan Segitiga Senen, Jakarta Pusat.
Salah satu sudut toko buku di Kwitang
Diera 70 hingga 90an, mulai dari Kwitang Raya sampai depan Gunung Agung Pusat, jalanan dipenuhi oleh para pedagang buku. Pada masa itu, ada rasa kenikmatan tersendiri ketika kita sedang berburu buku tertentu, setelah mencari dan bertanya sana-sini dengan penjual, dan akhirnya bisa mendapatkan buku yang dicari dengan harga miring.
Kini tersisa hanya sedikit penjual buku-buku bekas di sana. Sebagian besar penjual pindah lokasi dan tersebar ke Pasar Senen, Thamrin City, Blok M Square, dan lokasi lainnya sejak 2008.
Salah satu toko buku yang masih bertahan di Kwitang adalah toko buku Restu Agung. Salah satu pemain lama yang berkecimpung di bisnis jual buku ini tetap bertahan, meski di era digital ini sebagian masyarakat telah beralih ke buku digital.
Restu Agung, salah satu toko buku di Kwitang yang masih bertahan ( http://arratrrabooks.com)
“Pasar buku Kwitang sudah ada sejak tahun 1960. Kami sendiri mulai jualan buku di sini dari tahun 70an. Mungkin kamu waktu itu belum lahir ya?” kata Desiyana, pemilik toko buku Restu Agung. Di toko ini, ribuan buku dengan berbagai kategori tersedia. Saat Arratrra datang ke sana, pegawai toko langsung menghampiri sambil bertanya, “Mau cari buku apa?”
 
Desiyana, pemilik toko buku Restu Agung di Kwitang (http://arratrrabooks.com)
Berdasarkan pengamatan kami, buku-buku di toko ini tersusun dengan cukup rapi, namun karena saking banyaknya buku-buku di sana, akan perlu sedikit usaha untuk menemukan buku yang kita mau.  Saran kami, pembeli sebaiknya segera menanyakan ke pegawai toko mengenai buku yang mau dicari. Boleh jadi, hanya merekalah yang tahu persis keberadaan buku yang kita mau.

Lokasi Toko di kwitang

Alamat: Jalan Kwitang Raya, Kwitang, Jakarta Pusat

Telepon: (tidak ada karena berupa kumpulan penjual buku – buku bekas)
Jam Operasional: 09:00-20:00

4. Galeri Buku Bengkel Deklamasi – Taman Ismail Marzuki

Jika kita berkunjung ke Taman Ismail Marzuki yang ada di Kota Jakarta, kita bisa menemukan tempat penjualan buku – buku bekas bernama Galeri Buku Bengkel Deklamasi.

Galeri Buku Bengkel Deklamasi merupakan tempat mencari buku – buku bekas dengan harga yang sangat murah bagi para penggila buku di Kota Jakarta.

Buku – buku bekas yang dijual di tempat ini rata – rata adalah buku tentang sastra dan budaya.

Identik dengan buku-buku bekas bernuansa sastra, seni dan budaya, Galeri Buku Bengkel Deklamasi, ternyata terkenal di luar negeri. Konsep ini, bahkan diadopsi di beberapa daerah di Indonesia.

Keunikan dari buku bekas inilah yang juga membawa kebanggaan pemilik galeri karena pernah suatu waktu 500 koleksi bukunya dibeli untuk koleksi sebuah museum di Inggris. Ini karena buku-buku di toko ini berbeda dari toko buku konvensional lainnya, termasuk tata letaknya yang terbilang sederhana.

Jika Anda penasaran, tidak ada salahnya berjalan-jalan di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat inilah galeri buku itu berada. Bagi penyuka seni dan pertunjukan sastra, TIM merupakan lokasi favorit buat melepas kepenatan setelah seharian beraktivitas.

Bagi penyuka buku-buku lawas, Galeri Buku bengkel Deklamasi juga bisa menjadi pengobat rindu.

Letaknya di bagian paling pojok sebelah kanan dari arah depan pusat kesenian bersejarah itu, membuat toko buku ini mudah ditemui.

Jika datang ke lokasi, pengunjung biasanya akan disambut seorang laki-laki paro baya berambut panjang.

Dia adalah Jose Rizal Manua, yang dikenal sebagai pemilik Galeri Buku Bengkel Deklamasi itu.

Dia menuturkan bahwa toko bukunya itu memiliki cerita yang panjang sebelum resmi dibuka.

Menurut Jose, demikian dia akrab disapa, toko buku itu dibuat karena pengalamannya menjelajahi berbagai belahan dunia serta darah seni yang mengalir di tubuhnya.

Pria yang juga dikenal sebagai sutradara teater anak, dan Teater Tanah Air itu menambahkan, karena kecintaannya terhadap seni pula sehingga dia berpikiran membuka toko buku itu.

Tak heran, jika galeri buku miliknya identik dengan buku-buku sastra, kesenian dan budaya. ”Galeri buku ini terinspirasi ketika saya berada di New York, Amerika tahun 1988-an bersama WS Rendra (penyair, almarhum). Selain buku bekas ada juga buku baru,”ujar Jose saat ditemui di galerinya belum lama ini.

Waktu di New York, lanjut dia, dirinya menyaksikan begitu banyak second hand book store (toko buku bekas) yang menjual beraneka ragam buku. Dan, itu bisa ditemukan di berbagai sudut kota.

Setelah menyelesaikan kunjungannya ke New York, Jose lalu mulai berencana mengadaptasi sebuah second hand book store dengan lokasi di pusat kebudayaan Jakarta.

Karena menurutnya belum ada satu pun penjual buku bekas yang berdiri apik dengan format toko.

Sekembali ke Jakarta,ide yang didapatnya di New York kemudian dibawanya menghadap ke Gubernur DKI Jakarta saat itu, Suryadi Sudirja.

Setelah menghadap gubernur, Jose akhirnya diminta untuk membuat desain toko dan memilih lokasi di TIM. ”Ternyata ide saya diterima gubernur waktu itu,” ujarnya.

Selain mendapatkan ide mendirikan second hand book store dari New York, di kota itu pula Jose membeli banyak buku, bahkan buku yang dibelinya mencapai tiga koper. ”Sampai over weight di pesawat dan WS Rendra marah-marah, karena dia tidak bisa titip membeli buku,”kenang Jose.

Dengan sebuah toko dan buku buku yang dibelinya di New York ditambah ribuan buku koleksi pribadi, akhirnya Galeri Buku Bengkel Deklamasi resmi berdiri 28 April 1996 bersamaan dengan digelarnya acara Mengenang Wafatnya Chairil Anwar.Saat itu WS Rendra membacakan puisi-puisi Chairil selama tiga hari.

Banyaknya buku sastra, seni dan budaya yang dikoleksi Galeri Buku Bengkel Deklamasi, membuat toko buku ini dikunjungi berbagai lapisan masyarakat.

Mulai dari masyarakat umum, seniman, mahasiswa hingga politikus. ”Dalam sehari, pengunjung bisa 50-100 orang,bahkan ada juga peneliti yang membeli buku,” tandasnya.

Sejak Galeri Buku Bengkel Deklamasi berdiri,hal yang paling membanggakan kata Jose, adalah mulai bermunculannya toko-toko buku serupa di daerah lain di Indonesia dengan mengambil contoh dari Galeri Buku Bengkel Deklamasi.

Bahkan di daerah seperti di Pekanbaru dan Riau, toko buku bernuansa budaya dibangun dan dikelola oleh dewan kesenian daerah. Di Riau atau di Dewan Kesenian Riau (DKR), telah dibuka toko buku yang dinamakan Galeri Buku Ibrahim Sattah.

Di sini dijual buku buku sastra Melayu dulu dan kontemporer, seperti karya-karya sastrawan di Riau, Malaysia, dan Singapura.”Itu yang membuat gembira, format toko buku seperti ini sudah menular ke daerah-daerah,” tambah Jose. Ya,gaya bisnis Jose memang cukup unik.

Sambil menularkan hobi, dia sekaligus meraup untung dari buku bekas. Sebagai gambaran, kata dia, penjualan buku di galerinya bisa mencapai Rp200 ribu-Rp500 ribu setiap harinya.

Galeri Buku Bengkel Deklamasi
Galeri Buku Bengkel Deklamasi
 
Galeri Buku Bengkel Deklamasi.Galeri Buku tersebut  menempati pojok sebelah kanan gedung Graha Bhakti Budaya III.
Galeri Buku Bengkel Deklamasi
Galeri Buku Bengkel Deklamasi
Galeri Buku Bengkel Deklamasi
Galeri Buku Bengkel Deklamasi
Bapak Yose Pemilik Galeri Buku Bengkel Deklamasi
Galeri Buku Bengkel Deklamasi
Foto Bapak Yose Pemilik Bengkel DEKLAMASI mengenakan Blangkon.

Jika kita merupakan penggila puisi dan deklamasi tentu tempat ini sangat cocok bagi kita dalam menemukan buku – buku sastra puisi dan deklamasi yang akan membuat kita mendapatkan tambahan wawasan perihal sastra dan budaya

Lokasi Bengkel deklamasi

Alamat: Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat
Telepon: +6281 5879 0114
Jam Operasional: 10.00 – 17.00 WIB

5. Toko – Toko Buku Bekas di Pasar Jatinegara

Kawasan di Pasar Jatinegara juga bisa ditemukan para penjual buku – buku bekas yang membuka tokonya untuk para penggila dan pencari buku – buku bekas yang berkualitas dengan harga yang cukup murah meriah.

Pasar Jatinegara bukan hanya menjual serba – serbi barang kebutuhan sehari – hari, namun buku – buku bekas dan langka juga bisa kita temukan disini lewat lapak para pedagang buku – buku bekas yang dibuka disini pada setiap harinya.

Tentu kawasan ini juga menjadi salah satu favorit para pecinta buku dalam menemukan buku favorit yang mereka cari selama ini Penjual Buku Bekas di Jatinegara, Berharap Panen Saat Kenaikan Kelas

buku3
Poskotanews.com
Jika ingin membeli buku bekas, mungkin yang pertama terpikir adalah kawasan Senen. Padahal ada juga di tempat lainnya yang menjual buku-buku bekas meskipun tidak sebesar di kawasan Senen, di antaranya di kawasan Jatinegara.

Di situ ada pedagang buku, bernama Warno. Ia  mengaku sudah sejak 1976 berjualan buku bekas, semasa muda ia masih sanggup menjual bukunya dengan berpindah-pindah tempat.

Namun, kini ketika usianya sudah menginjak 59 tahun, ia mulai berdagang tetap di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Pasar Jatinegara, persisnya di depan sebuah toko digital printing.

Pria yang memiliki empat anak ini lebih banyak menjual buku-buku pelajaran bekas dan juga komik. Menurutnya, buku-buku jenis itu yang paling banyak dicari.

“Kalau menjelang orang-orang mulai sekolah lagi, banyak juga yang nyari buku di sini. Kalau hari biasa paling yang lewat saja,” ujar Warno di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Harga buku pelajaran bekas yang dijual di lapaknya berkisar antara Rp. 25.000 – Rp. 30.000 tergantung dengan kelayakan dan kondisi buku tersebut. Sedangkan untuk komik, ia jual seharga Rp. 5.000 saja.

Ia mengungkapkan, buku-buku tersebut ia dapatkan dari orang-orang yang datang ke tempatnya dan menjual buku-buku bekas tersebut. Jika kondisi buku masih bagus, kata Warno, maka ia berani untuk membeli satuan, namun jika sudah kurang bagus kondisinya, maka ia akan membeli borongan.

“Ya, bagaimana kondisinya, kalau masih laku kita bisa beli Rp. 5.000 satu tapi kalau kurang ya kita borong. Tapi kalau dijual ya tergantung, kan buku ada yang murah dan ada yang mahal, variasi harganya ya dari Rp. 25.000 sampai Rp. 30.000,” tambahnya.

Ketika ‘musim kenaikan kelas’, kata Warno, biasanya pembeli yang datang bukan hanya mencari buku-buku bekas saja, tetapi juga minta dicarikan buku baru olehnya. Ia pun menerima pesanan tersebut dan biasanya langsung membeli ke agen bukunya. Untuk buku pelajaran bekas sendiri, buku terlama hanya buku pelajaran KTSP 2006 saja, karena buku tersebut masih banyak dicari.

Menurutnya, berjualan buku bekas seperti ini tidak menentu. Karena tidak setiap hari orang-orang membeli buku pelajaran.  Lokasi berjualan Warno yang persis di depan sebuah toko digital printing, menurutnya tidak ada masalah dengan pemilik toko tersebut. Ia mengaki sudah kenal dengan pemilik dari toko tersebut sehingga ia tidak pernah ditegur atau pun diusir dari sana.

“Gak sih, yang punya juga sudah kenal lama sama saya. Malah kalau dia lagi ada suka ngajak ngobrol saya, kalau dia ga suka kan mestinya saya diusir, tapi ini ga,” terang Warno.

Lapak buku bekas dagangannya ini buku setiap hari mulai dari pukul 08.00 – 17.00 WIB. Ia mengatakan dulu ia bisa buka sampai pukul 19.00 – 20.00 namun karena mulai sepi dan ingin menghabiskan waktub di rumah lebih banyak, sehingga ia memutuskan untuk tutup lebih awal.

Lokasi toko buku di jatinegara

Alamat: Jalan Matraman Raya, RT.7/RW.6, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur
Telepon: (tidak ada karena berupa kumpulan penjual buku – buku bekas)
Jam Operasional: 09.00 – 17.00 WIB

6. Toko – Toko Buku Bekas di Thamrin City

Kawasan Thamrin City tepatnya berada di lantai 3A, kita bisa menjumpai banyak toko – toko buku bekas yang buka setiap harinya. Para pecinta buku dan penggila buku di Kota Jakarta bisa menemukan buu – buku bekas yang menarik untuk mereka beli di area lantai 3A dari Thamrin City ini.

Beraneka ragam koleksi buku – buku bekas yang tentu bisa menambah wawasan kita atau bisa membuat kita bisa mengenal jendela dunia lewat koleksi buku mereka dengan banrol harga yang cukup terjangkau bagi dompet siapapun.

Pupusnya Mimpi Gemilang Pedagang Buku Bekas di Thamrin City

Pasar buku ex Kwitang di Thamrin City

Narti membangun mimpi dagangan buku bekas itu sejak tahun 2000 seiring dengan kepindahannya ke bangunan mall di Thamrin City. Hampir lima belas tahun kemudian, mimpi itu semakin pupus seiring dengan sepinya pembeli.

Pada Senin (31/8/2015) siang, terlihat hanya ada lima pedagang yang membuka toko di Lantai 3-A Thmarin City. Mall yang berada di Jalan Mas Mansyur, Kelurahan Kebon Melaati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, ini dikenal juga dengan nama alias Jakarta City Centre (JaCC). Semula ada 80-an pedagang ex-Kwitang yang pindah kemari, termasuk Narti.

“Dulu waktu saya pindah kemari, ini masih gelap karena listriknya kadang suka mati. Belum ramai juga. Pembeli belum banyak,” kenang Narti.
Narti, dan juga puluhan pedagang lainnya, berharap semuanya akan lebih baik. Mall ini ada AC-nya, sehingga pembeli pun akan terseleksi kelasnya, sewa juga murah. Bahkan gratis untuk jangka waktu tertentu.
Promosi juga diberikan pengelola di dalam gedung. Tulisan besar Bursa Buku Ex Kwitang masih terpampang di dinding eskalator, serta banner bertuliskan Sentra Buku Jakarta @ThamrinCity masih melekat di dinding mall.
Menempati seluruh Blok G dan Blok H di lantai 3-A, para pedagang gusuran dari Kwitang itu memindahkan semua koleksinya ke mall tersebut. Semula pembeli juga banyak. Tentu saja tidak sebanyak seperti saat di Kwitang, namun lumayanlah.
Tapi, sewa kios, dan biaya maintenance seperti listrik, kebersihan dan keamanan, berimbas pada harga. Buku tak bisa lagi dijual dengan murah. Pembeli pun berkurang. Seiring dengan minimnya pembeli, maka pedagang pun mulai banyak yang gulung tikar. AC tak bisa menjanjikan berduyunnya pembeli.
Mereka yang masih berdagang di sana pada hari ini, pun masih belum memutuskan sampai kapan dapat bertahan. Untuk sementara mereka masih mampu membayar sewa kios Rp 10 juta setahun serta Rp 110 ribu per bulan untuk biaya maintenance. Lebih murah dibanding tarif yang diberlakukan pengelola terhadap pedagang kurma dan perlengkapan haji yang juga berada di lantai 3-A.
Walau pun tarif sewa murah, tapi tak bisa menjanjikan apa-apa. Tapi jika dagangan tak laku, semuanya bisa berubah.
“Sementara ini, di sini dulu, ke depan belum tahu,” kata Narti.
Narti sepertinya satu-satunya pedagang buku bekas dengan koleksi paling banyak. Sebenarnya buku-bukunya juga tidak banyak, dan ada yang dijual sangat mahal. Misalnya buku Kalimantan Membangun Alam dan Kebudayaan yang ditulis Tjilik Riwut, ditawarkan dengan harga Rp 120 ribu. Sementara di Kwitang buku bersampul warna hijau itu bisa ditawarkan dengan harga Rp 40 ribu dan masih bisa ditawar.
Selain Narti pedagang lainnya menawarkan buku-buku agama Islam yang umumnya baru, buku-buku umum serta komik. Tak banyak yang ditawarkan memang. Pembeli tak datang jika tawaran koleksi yang ada sangat minim, sementara pedagang tak kan berjualan jika pembeli tak banyak. Entah mana yang harus dibereskan lebih dahulu untuk mengatasi masalah ini.
Kontras dengan suasana di lantai 3-A, di lantai satu justru kepadatan pengunjung luar biasa. Ibu-ibu berseliweran dari satu toko ke toko lainnya, mencari busana Muslim. Sementara porter bolak-balik naik-turun lift memanggul barang belanjaan yang tak sanggup dibawa si pembeli saking banyaknya.
“Kalau di bawah memang ramai terus, di sini sunyi terus,” kata Narti yang masih terus tersenyum.

Sumber foto : http://grahabukubekas.blogspot.com/2015/09/pupusnya-mimpi-gemilang-pedagang-buku.html

Lokasi toko buku di Thamrin City

Alamat: Lantai 3 A, Thamrin City, Jalan K.H. Mas Mansyur, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Telepon: (tidak ada karena berupa kumpulan penjual buku – buku bekas)
Jam Operasional: 09.00 – 22.00 WIB

7. Toko Buku Caruban

Toko Buku Caruban ini berada di samping Terminal Blok M di daerah Jakarta Selatan.

Lokasinya yang mungkin tersembunyi tidak menyurutkan minat dari para pemburu buku –buku bacaan untuk mengunjunginya.

Koleksi buku dari sastra, politik, pengetahuan, pendidikan, hingga buku – buku cerita dan buku – buku komik bisa kita temukan dan beli di toko buku bekas yang satu ini.

Harga yang murah meriah juga ditawarkan oleh pihak pengelola toko untuk memanjakan para pecinta buku dan pemburu buku bekas yang ada di Kota Jakarta.

Toko buku Caruban merupakan kios buku-buku bekas, dapat kita jumpai di Blok M Mall yang sejajar dengan terminal Blok M. Ketika Penumpang yang turun dari angkutan umum, dapat dengan mudah menjangkau kios buku milik Yanto.

Caruban, begitu nama yang terpampang di papan kios. Nama ini diambil dari nama kampung halaman pemilik, yaitu daerah Caruban di Madiun, Jawa Timur.

Sejak 1990-an, Yanto sudah menjajakan buku bekas di kawasan Blok M. Berawal dari tukang koran, Yanto kemudian memulai usaha berjualan buku-buku bekas.

Saat itu, ia berjualan di depan PD Pasar Blok M. Hingga kemudian pasar ini mengalami kebakaran, pada tahun 2005 Yanto memindahkan kiosnya ke Blok M Mall.

Beragam jenis buku bekas dijual, dari mulai komik, novel, buku pelajaran, kamus, ensiklopedi hingga al Qur’an. Harganya pun beragam, sesuai jenis buku.

Buku komik ia jual seharga lima ribu rupiah, dan novel seharga lima hingga 60 ribu rupiah. Sementara itu, buku-buku bercetak tebal dihargai sekitar 30-40 ribu rupiah. Buku yang dihargakan mahal, biasanya buku bekas dengan terbitan terbaru.

Paling mahal, seperti buku ensiklopedia, ia jual dengan kisaran harga 80 ribu rupiah. Ada pula Alqur’an yang masih dalam bentuk baru, ia hargai sekitar Rp 135ribu.

Di kios miliknya, Yanto mempekerjakan tiga pegawai. Salah seorang pegawainya, Agus Setiawan, menuturkan sudah sekitar 10 tahun ia bekerja di sana. Ia melayani pembeli setiap harinya. Karena Yanto, pemilik kios hanya sesekali datang berkunjung.

Agus menuturkan, pembeli yang datang beragam. Dari mulai pelajar, pekerja kantoran dan orang yang lalu lalang di terminal.

Dalam sehari, jumlah pembeli juga tidak menentu. “Kadang sepi pembeli, kadang ramai,” tutur pria yang sejak 2004 bekerja di Kios Caruban ini.

Jika sepi, dalam sehari pendapatan bisa diperoleh sekitar 300ribu rupiah. Namun jika sedang ramai pembeli, sekitar 1,5juta rupiah bisa ia peroleh.

Rata-rata kebanyakan pembeli memburu komik dan novel di kios Caruban. Namun, adapula yang mencari buku pelajaran atau pun buku umum lainnya.

Dalam seminggu, terkadang buku bekas datang ke kios sebanyak empat kali. Sementara menurut Agus, akhir-akhir ini pembeli tidak begitu ramai. Buku akhirnya menumpuk di kiosnya, sementara buku yang terjual tidak banyak.

Buku-buku yang dijual di kiosnya, didapatkan dari rekan-rekannya sesama pencari dan penjual buku. Adapula buku yang didapatkan dari pelanggan, yang biasa membeli buku bekas di kiosnya.

Selain di kios Caruban, buku-buku bekas juga bisa diperoleh di lantai Basement Blok M Square. Rata-rata pedagang buku bekas dan baru di sini, adalah pindahan pedagang Kwitang yang digusur pada 2008 lalu.

Salah seorang pedagang buku bekas, Arif Anwar, sudah sejak 2009 berjualan di sana. Setelah Kwitang digusur, pada 2008 ia pindah ke Thamrin City. Karena sepi pembeli, ia kemudian pindah ke Blok M.

Lapak buku bekasnya tepat di bawah tangga eskalator, ia namai toko buku ‘AMAZ’. Nama itu diambil dari ketiga nama anaknya, Ami, Mutia, dan Azra.

Beragam jenis buku ia jual, seperti jenis buku perkuliahan, komik, dan novel. Sementara itu, pembeli yang datang pada umumnya mahasiswa, kolektor dan umum.

Harga buku bekas beragam. Paling murah, buku dihargakan Rp 10ribu. Sedangkan yang paling mahal, bisa mencapai Rp 300ribu.

“Sejenis buku biography dengan cetakan tebal terbitan tahun 2000an, dihargakan Rp 250ribu,” tutur pria yang tinggal di Matraman, Jakarta Pusat ini.

Harga yang ditawarkan masih bisa ditawar. Terkadang, pembeli bisa mendapatkan tiga buku seharga Rp 10ribu. Biasanya, buku dijual murah karena peminatnya kurang.

Menurut Arif, pendapatannya sampai saat ini belum cukup untuk menyimpan tabungan lebih. Menurutnya, omset saat ia berjualan di Kwitang lebih menguntungkan.

Saat di Kwitang, pendapatan ia peroleh besar, sementara pengeluaran kecil. Di sana ia cukup membayar biaya keamanan dan kebersihan.

Sementara di Blok M, pendapatan cukup banyak, sedangkan pengeluaran juga besar. Jika sedang ramai, dalam sehari ia bisa memperoleh pendapatan sekitar 1,5 juta rupiah. Sementara untuk biaya cicilan lapak, Arif harus mengeluarkan senilai Rp 1.250juta per bulan.

“Alhamdulillah masih bisa bertahan sampai sekarang, walaupun pendapatan pas-pasan,” tuturnya.

Arif menuturkan terpaksa pindah ke Blok M, karena pedagang di Kwitang digusur. Meskipun begitu, ia merasa di sini lebih nyaman. “Ga kepanasan, ga kehujanan, ya walaupun pengeluaran juga lebih besar,” tuturnya.

Pelayanan yang ramah menjadi salah satu alasan juga mengapa banyak para pelanggan setia toko buku ini selalu menjadikan tempat ini sebagai tujuan berburu buku bekas di tempat ini.

Lokasi toko buku Caruban

Alamat: Jalan Melawai X No. 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telepon: +62877 3785 4898
Jam Operasional: 08.00 – 21.00 WIB

8. Toko – Toko Buku di Pasar Festival

Masih di area Jakarta Selatan, dimana kita bisa menjumpai toko – toko buku bekas lainnya yaitu di kawasan Pasar Festival. Kita bisa menemukan aneka koleksi buku bekas dari kategori apa saja. Petualangan berburu buku lama tentu sangat mengasyikkan.

Apalagi penjual buku bekas disini juga melayani transaksi non-tunai yang bisa kita manfaatkan untuk kepraktisan transaksi jual beli antara kita sebagai pembeli buku dengan pihak penjual buku bekas.

Anda bisa memborong buku – buku bacaan yang menarik untuk anda bawa pulang sebagai teman bersantai anda di rumah.

Berburu Buku Lama di Sarang Buku Bekas

Iringan lagu-lagu The Beatles terdengar sangat bersahabat di telinga saya ketika mampir ke toko buku ini. Sarang Buku Bekas namanya. Walaupun namanya seperti itu, sebaiknya Anda buang jauh-jauh kesan berantakan, tak terurus, kotor, dan sebagainya.
Nyatanya, toko yang berada di Plaza Festival, Jl. HR Rasuna Said Jakarta ini tampak rapi seperti toko buku pada umumnya.
Bahkan, Anda bisa memilih buku dengan nyaman sambil duduk di bangku-bangku yang disediakan.
Seorang pelanggan sedang melihat-lihat buku di Sarang Buku Bekas.
Tentu sangat menyenangkan apabila kita bisa menemukan buku yang kita suka, dengan harga yang murah pula. Mungkin inilah yang Sarang Buku Bekas coba tawarkan kepada pelanggannya. “Kami tidak menjual buku, kami hanya menyediakan pengetahuan dengan harga terjangkau,” begitu kata Pak Azmi, pemilik Sarang Buku Bekas, yang sudah beroperasi sekitar 6 bulan, ketika saya menulis tulisan ini.
Dari obrolan singkat kami, Pak Azmi mengaku menyediakan sedikitnya 10.000 stok buku bekas yang siap ditawarkan kepada pelanggannya. “Sebetulnya sepuluh ribu buku itu tidak semuanya kami pajang di toko. Sebagian kami simpan di gudang. Kalau kira-kira ada buku-buku yang sudah lama terpajang di toko tidak laku, baru kami tukar dengan stok yang ada di gudang, begitu seterusnya,” jelas Pak Azmi.
Koleksi buku di Sarang Buku Bekas
Dari hasil pengamatan saya, Sarang Buku Bekas memiliki kategori buku yang cukup beragam. Saya menemukan buku-buku hukum, ekonomi, biografi, kuliner, majalah, novel, hingga komik dan buku anak-anak. Dan semuanya terdapat buku lokal maupun luar negeri.
Seberapa murah harga-harga buku di Sarang Buku Bekas?
Sebagai gambaran saja, Anda bisa membawa pulang buku A 3rd Serving Chicken Soup for The Soul hanya dengan membayar Rp 30.000 saja. Atau bisa juga Anda membeli kamus The Oxford School Thesaurus seharga Rp 85.000. Saya sendiri membeli buku anak-anak Nursery Rhymes, printed in England seharga Rp 15.000.
Bukan hanya harganya yang murah, kalau beruntung kita juga bisa mendapatkan buku-buku tertentu yang sudah tidak beredar lagi di toko buku besar, dengan keadaan masih bagus. Bahkan, di sana saya menemukan beberapa buku yang masih tersegel plastik.
Pemilik Sarang Buku Bekas, Pak Azmi sedang melihat stok buku

Lokaso toko buku Sarang Buku Bekas

Jl HR Rasuna Said Plaza Festival GF 24 Kuningan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Hp : 0812-1237-9365 

https://m.facebook.com/SarangBukuBekas
Jadi, bagi Anda para pemburu buku, jika ingin mencari buku-buku lama, Sarang Buku Bekas mungkin bisa menjadi pilihan destinasi Anda.

Toko Buku Bekas di Segi Tiga Emas Jakarta

Gudang Buku di Plaza Festival, Jakarta Selatan.

Ternyata, di lokasi paling premium di Jakarta ada toko yang khusus menjual buku bekas.

Tetapi ya, karena lokasinya premium, harga bukunya juga premium.

Toko Gudang Buku, nama kios buku bekas itu, mengambil tempat di Lantai GF No 24, Plaza Festival, Jalan HR Rasuna Said, Kav C-22, Kuningan, Jakarta Selatan.

Patut dimaklumkan, Kuningan merupakan bagian dari Kawasan Segitiga Emas di Jakarta bersama Sudirman dan Thamrin.

Harga lahan di kawasan pusat bisnis tersebut bisa mencapai Rp 25,9 juta hingga Rp 30,35 juta per meter persegi.

Plaza Festival merupakan pusat jajanan bagi para pekerja kantoran yang berkantor di Kuningan dan sekitarnya.

Sore seusai jam kerja, para pekerja banyak yang nongkrong di situ. Pelbagai restoran merek ternama ada di situ.

Mulai dari Burger King, Bakmi GM, Hoka Hoka Bento, Pizza Hut, Bakso Malang Karawitan, Dim Sum Inc, McDonald’s, hingga Restoran Sederhana.

Persis di dekat restoran Sederhana itulah kios Gudang Buku berada.

Menempati areal sekitar 30 meter persegi, kios buku bekas itu dikelilingi kaca. Dari luar bisa dilihat buku-buku apa saja yang dipajang.
Sisi kanan majalah-majalah bekas bersama buku cerita anak, sisi kiri novel-novel populer berbahasa Inggris, sementara di bagian tengah dipajang buku-buku sejarah, sosial dan ekonomi.
Sepertinya koleksi yang berbahasa Indonesia dan yang berbahasa Inggris sama banyaknya. Ada juga yang berbahasa Prancis.
Banyaknya koleksi berbahasa asing ini dapat dimaklumi mengingat ramainya ekspratriat yang berkantor di Kuningan. Itulah pasar yang dibidik.
Selain itu, buku-buku ekonomi juga lumayan banyak. Termasuklah di dalamnya statistik.
Koleksi itu kemungkinan untuk menyasar para mahasiswa Universitas Bakrie yang kampusnya berada satu kompleks dengan Plaza Festival.
Buku maupun majalah di Gudang Buku umumnya sudah diberi label harga. Ada diskon, tapi tak banyak. Paling sepuluh persen, itu pun dengan volume pembelian buku atau jumlah belanja tertentu.

Begitu buku yang diinginkan sudah di tangan, tinggal bawa ke kasir yang berada di bagian depan, yang duduk di balik meja tinggi.

Di meja kasir itu tersedia mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk menerima transaksi pembayaran dengan kartu kredit, kartu debit dan kartu prepaid. Jadi, transaksi tak harus tunai di sini.

“Sudah lama Gudang Buku ada di Plaza Festival ini, mungkin 2004. Tak lama setelah plaza selesai dibangun, langsung di sini. Saya baru bekerja di sini beberapa tahun,” kata Azzam.
Malam itu tak banyak yang datang. Paling tiga atau empat orang. Azzam pun mulai berbenah. Siap-siap pulang.
“Di sini buka mulai jam sepuluh pagi, sampai jam sembilan malam,” katanya.
Lokasi yang strategis tentu saja membuat harga menjadi fantastis. Pembeli buku bekas di sini, sudah maklum akan harga itu.
Membeli buku di sini, bisa dikatakan sebagai aktivitas sampingan.
Jadi, setelah kenyang menyantap burger atau beef teriyaki, barulah jalan-jalan ke belakang, melihat koleksi yang ada.
Gudang Buku tak hanya di Kuningan. Ada tiga lagi outlet-nya, yakni di Bekasi Square dan Bekasi Trade Center, Bekasi, serta di CBD Bumi Serpong Damai, Tangerang.
Tak sempat pula bertanya apakah harga buku bekas di ketiga outlet itu sama premiumnya dengan harga di Plaza Festival.
——————————————————-

Gudang Buku

Plaza Festival Lt.GF No 24
Jalan HR Rasuna Said, Kav C-22
Jakarta 12940
Telepon 081370885310
Sarana angkutan umum terdekat:
Busway, turun di Halte GOR Soemantri
Alamat: Pasar Festival, Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan
Telepon: (tidak ada karena berupa kumpulan penjual buku – buku bekas)
Jam Operasional: 07.00 – 22.00 WIB

9. Pasar Buku Langka – Taman Mini Indonesia Indah

Kawasan Taman Mini Indonesia Indah juga menjadi salah satu tempat menarik dalam berburu buku – buku bekas dimana kita bisa menemukan para penjual buku – buku bekas di area Pasar Buku Langka.

Aneka koleksi buku bekas yang tergolong sangat langka bisa kita beli di tempat ini.

Sangat cocok bagi para pemburu dan pecinta buku – buku tua. Buku – buku yang tidak bisa kita temukan di toko buku biasa namun bisa kita dapatkan di tempat ini dengan harga yang cukup murah dan terjangkau oleh dompet kita.

Pasti sangat menarik guys, berburu koleksi buku – buku tua dan langka yang akan membuat petualangan berburu buku bacaan yang berkesan oleh para pecinta dan penggila buku di Kota Jakarta.

Letaknya tepat berada di depan anjungan Propinsi
Sulawesi Tengah, sebelah kiri anjungan Propinsi Papua. Namanya Pasar Buku
Langka TMII.

Menurut Doly Syamsudin Effendy, koordinator Pasar Buku
Langka ini awalnya didirikan oleh mendiang ayahnya; Syamsuddin Effendy, yang
secara operasional tidak bernaung dalam manajemen TMII. Pasar buku tersebut
merupakan pemberian dari (alm.) Ibu Tien Soeharto kepada Syamsudin yang mulai
aktif beroperasi sejak tahun 1986.

“Awalnya, ayah saya mengalami kebangkrutan di tahun
1970-an,” tutur Doly, “kemudian akhir 1970-an ia disuruh buang buku oleh
temannya. Pikir-pikirkenapa harus buang buku, lalu ayah saya menjualnya.
Lama-lama jadi jualan buku,” jelas Doly.

 Soal koleksi yang
ditawarkan oleh Pasar Buku Langka TMII ini, sejak ayahnya merintis usaha
jual-beli buku, Doly mengaku sudah concern di buku-buku budaya khusus Indonesia.

Mulai dari buku sastra,sejarah Indonesia,
karya sastra klasik, karya sastra lokal, dan semua yang berhubungan dengan
budaya.

“Dulu, ayah saya berprinsip, menjual buku itu ya selain
untuk bmenambah penghasilan harus juga bisa memberikan mafaat bagi orang lain,
keluarga dan negara.

Dengan menjual buku-buku budaya, memacu orang lain juga
untuk mengetahui dan menganl bangsanya sendiri,” lanjut Doly.

Uniknya, buku-buku yang ditawarkan Pasar Buku Langka TMII
ini nggak sembarang buku langka. Biasanya buku-buku langka di sini justru bernilai tinggi.

Bahkan ada yang sampai mencapai harga  50 juta untuk sebuah buku. “Karena yang kami
jual ini buku-buku antik, bukan cuma buku lama atau buku bekas ya.

Tapi buku-buku budaya Indonesia yang sudah nggak terbit lagi, yang sudah susah sekali dicarinya,” kata Doly
yang menggantikan ayahnya mengelola Pasar Buku Langka TMII sejak lima tahun lalu.

 Para pelanggan Pasar Buku Langka TMII ini cukup beragam, mulai dari para kolektor buku antik, wisatawan mancanegara hingga pejabat tinggi, pengunjung TMII dan mahasiswa serta pelajar.

“Meskipun mahal, buku-buku kami masih dicari oleh pelanggan, karena biasanya mereka datang dari kalangan biblioholic (si kutu buku/pecinta buku).

Bahkan untuk para pelajar
dan mahasiswa, kami juga punya buku-buku lama yang dijual terjangkau,” tambah Doly.

 Selain buku langka yang berarti buku-buku antik, Doly menegaskan bahwa buku-buku second yang dijualnya bisa lebih murah 10-40 persen dari toko buku bisanya.

Pasar Buku Langka TMII sendiri memiliki beberapa kios di areal tersebut. Nggak usah bingung mau cari buku di kios yang
mana karena pada prinsipnya seluruh kios di areal ini mash berada dalam satu manajemen.

 Yang pasti, jangan lupa menawar harga buku-buku yang dijual di tempat ini. Karena semakin murah,
semakin kamu puas mendapatkannya. Nggak percaya? Buktikan sendiri ya!

Lokasi toko buku TMII

Alamat: Taman Mini Indonesia Indah, Jalan Raya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur
Telepon: +6221 8409270
Jam Operasional: 07:00-17:00

Kios Buku Bekas Pak Suparman di Pinang Ranti

Pak Suparman di toko bukunya.

Mencari buku bekas di Jakarta, sebenarnya semakin lama semakin sulit saja. Buku bekas yang benar-benar bekas, bukan cetakan baru. Bukunya semakin sedikit, tempatnya juga kadang jauh.

Salah satu tempat yang sedikit itu yang bisa dikunjungi yakni kiosnya Pak Suparman. Di internet akan ditemukan alamat kiosnya di Jalan Raya Pondok Gede, Nomor 7, Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Dia juga mamajang nomor telepon 081510318623, dan nomor itu aktif.
Kios Pak Suparman berada persis di depan Terminal Pinang Ranti. Dia sudah berjualan di sini sekitar tiga tahun terakhir. Sebelumnya dia berjualan di komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tapi karena ingin cari pasar lain, dia kemudian pindah ke sini. Dia menyewa kios dengan tarif Rp 10 juta per tahun. Dia punya usaha lain, dan berencana menjual semua koleksinya.”Kalau ada yang mau, saya lepas semuanya ini. Buku-bukunya,” kata Suparman.Dia mematok angka Rp 95 juta untuk seluruh koreksinya yang mencapai ribuan eksemplar. Harga yang relatif mahal bersumber dari buku-buku luks berbahasa Inggris yang dimilikinya. Baik mengenai sejarah, militer, alam, biografi dan lainnya.Saat berkunjung ke sana, Sabtu kemarin, saya menemukan sekitar 12 buku yang menarik sebelum akhirnya membayarkan Rp 400 ribu untuk keseluruhannya. Buku-buku sosial dan sejarah. Tidak terlalu murah, ya standard-lah.

Kalau ada waktu luang, bisa juga berkunjung ke Kios Pak Suparman. Sebelum dia menjual seluruh koleksinya kepada orang lain.

—————————————————
Suparman
Jual Beli Buku Bekas / Langka
Jalan Raya Pondok Gede, No. 7, Pinang Ranti
Jakarta Timur
Mobile Phone 081510318623

Sarana angkutan umum terdekat:
Busway, turun di Halte Pinang Ranti

10. Toko Buku Bekas Delawas

Persisnya di daerah Tanjung Duren di Jakarta Barat kita bisa menemukan toko buku bekas bernama Toko Buku Bekas Delawas yang memang terkenal sekali sebagai penjual buku – buku bekas bagi para pecinta dan penggila buku – buku.

DElaWAs, Toko Buku Bekas yang Cukup Membekas

12 Januari 2016   15:42 Diperbarui: 12 Januari 2016   15:42
1184 0 0

DElaWAs, Toko Buku Bekas yang Cukup Membekas

Ilustrasi : kompasiana.com

Bagi pencinta buku berburu buku merupakan kenikmatan tersendiri di antara waktu luang yang ada. Karena bagi mereka buku bukan sekedar bacaan yang begitu selesai di baca ya sudah selesai.

Tapi sesuatu yang jika tidak dimiliki rasanya seperti ada yang kurang.

Tak heran jika mereka rela keluar masuk toko buku demi mencari apa yang mereka ingin miliki. Termasuk mencarinya di toko-toko buku bekas.

Bagi Anda pencinta buku yang tinggal di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya, ada toko buku bekas yang bisa dijadikan lokasi perburuan.

Namanya toko buku DElaWAs. Tepatnya di tepi Jalan Raya Tanjung Duren Barat. Anda yang datang dari arah Kembangan menuju Slipi dan melalui Jalan Tanjung Duren, sudah pasti akan melewati toko tersebut.

Posisinya ada di sebelah kanan jalan. Sedangkan bagi Anda yang datang dari arah Rawabelong bisa lurus saja menuju Pasar Kopro. Lalu berbelok ke arah kiri karena jalan tersebut satu arah. Begitu bertemu pertigaan jalan tetap saja ambil jalan lurus. Tidak jauh dari sana toko buku DElaWAs sudah bisa dilihat.

Begitu memasuki toko buku DElaWAs, rasanya seperti berada di perpustakaan kuno.

Sebab buku-buku lawasnya tertata sesuai kategori.

Jadi bisa memilih-milih dengan tenang sesuai keinginan.

Penjualnya pun tidak banyak bertanya atau menawar-nawarkan buku yang dijualnya.

Ia hanya duduk tenang sambil memainkan telepon genggamnya. Sesekali membantu pembeli yang kesulitan mengambil buku yang diinginkan.

Di toko buku DElaWAs tidak ada tawar menawar harga. Semua buku sudah diberi label harga.

Jadi tinggal cari, pilih, ambil dan bayar. Praktis bukan? Berada di DElaWAs meski hanya sesaat akan ada kesan yang membekas.

Lokasi Toko Buku Bekas Delawas

Alamat: RT.7/RW.4, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat
Telepon: +6281 5969 6858
Jam Operasional: 07.00 – 21.00 WIB
https://m.facebook.com/rumahbuku

Baca Juga :

8 Toko Buku Impor Terlengkap di Jakarta

10 Toko Buku Dengan Koleksi Paling Lengkap di Jakarta

Berikut Jadwal Kelas Tatap Muka RWP selama 3 bulan :

Bulan Januari 2019 (harga sblm Diskon) :

19-20 Januari = Kelas Google Ads & List Building = 1,5 Juta.

17-20 Januari = Kelas Website + Seo Google Dasar + Google Ads + List Building = 3 Juta.

26-27 Januari = Kelas Bedah Website & Seo Google Mendalam =1,5 Juta.

Bulan Pebruari 2019 (harga sblm Diskon) :

2-3 Pebruari = Kelas Website + Seo Google Dasar = 1,5 Juta.

9 Pebruari = Kelas Blogspot + Seo Google Dasar = 100rb, tdk ada Diskon.

10 Pebruari = Kelas Jago Konten = 500rb.

16-17 Pebruari =Kelas Facebook Ads & Email Marketing = 1,5 Juta.

23-24 Pebruari = Kelas Bedah Website & Seo Google Mendalam = 1,5 Juta.

Bulan Maret 2019 (harga sblm Diskon) :

2-3 Maret = Kelas Website & Seo Google Dasar = 1,5 Juta.

9 Maret = Kelas Jago Konten = 500rb.

10 Maret = Kelas Affiliate RWP & Google Adsense = 500rb.

16-17 Maret = Kelas Google Ads & List Building = 1,5 Juta.

23-24 Maret = Kelas Facebook Ads & Email Marketing = 1,5 Juta.

30-31 Maret = Kelas Bedah Website & Seo Google Mendalam = 1,5 Juta.

Baca Juga : Diskon 50% Bimbel Kelas Online RWPgrup

Ikuti Format Pendaftaran sesuai Petunjuk paling bawah Postingan ini….!

Lihat Materi Kelas-Kelas di RWPGrup>>

———————–

PT. RWP Grup Indonesia , Insya Allah siap mendampingi Para Pelaku Bisnis Online dari  DASAR sampai ADVANCED menghadapi persaingan Bisnis Jaman Milenial….!

Dengan pengalaman 10 tahun jatuh bangun di Pasar Digital Marketing Indonesia, dan telah melayani Kelas Pribadi sampai Konsultan Perusahaan.

Kami sangat paham apa yg diinginkan oleh Kaum Milenial sebagai PASAR TERBESAR kita menuju tahun 2020.

Manfaatkan Promo-Promo RWP utk mendapatkan HARGA TERMURAH…!

Juga ada Kelas Online dg DISKON 50% sampai 31 Desember 2018 :

1. Kelas Jago Konten (JaKon)>>

Biaya : Diskon 50% dari Rp. 250.000,- = Rp. 125.000,-.

Syarat : Peserta sudah punya Website atau Blog Gratis.

2. Kelas Buat Website + SEO Google Dasar>>

Biaya : Diskon 50% dari Rp. 750.000,- = Rp. 375.000,-.

Sudah dapat Domain & Hosting untuk 1 tahun.

Syarat : Peserta punya kemauan kuat untuk Belajar Online.

3. Kelas Facebook Ads & Email Marketing>>

Biaya : Diskon 50% dari Rp. 750.000,- = Rp. 375.000,-.

Syarat : Peserta Minimal Punya Fanpage Facebook, atau Blog, atau Website.

4. Kelas Bedah Website & SEO Google Mendalam>>

Biaya : Diskon 50% dari Rp. 750.000,- = Rp. 375.000,-.

Syarat : Peserta sudah punya Website atau Blog untuk dibedah SEO-nya.

Format Daftar Semua Kelas Online di atas (WA/Telegram 0812-95435-806):

Diskon 50%#Kelas Online#Sebutkan Nama Kelas#Nama Sobat#Asal Kota#Email#No WA/Telegram.

Diskon berlaku sampai 31 Desember 2018.
————————–

Format Daftar Kelas Tatap Muka Diskon RWP (WA/Telegram 0812-95435-806) :

Diskon Tatap Muka#Nama Pilihan Kelas#Tanggal#Nama Sobat#Asal Kota#Email#No WA/Telegram.

Demikian ulasan Cara Mendapatkan Harga Termurah Kelas Bimbel Di RWPgrup ,Semoga diperhatikan dan ambil kesempatan sebelum waktunya ditutup,Sehingga yg tertinggal hanyalan Penyesalan diri anda.

Sukses untuk Kita yg mau berusaha..!

Ahmad Burhan RWP
———————-
Nomor WA: 0812-95435-806

BurhanRengas.com – Rahasia SEO Website | Software Digital dan Buku Bisnis