30 Hari Jago Jualan – Rahasia Jago Jualan Laris tanpa Ngemis ngemis

By | June 30, 2019

Sebelum kita bahasa Apa Pentingnya Copywriting dan pentingnya mengetahui 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula  yang Pernah juga dialami oleh Dewa Eka Prayoga , yang kemudian ia tuangkan pengalamannya bangkit dari kebangkrutan kedalam Buku #7KFPP tsb.

Tips Jualana laris 30 hari jago jualan

Tips Jualan Laris dari Buku 30 Hari Jago Jualan yg bisa di pesan di web omahbuku.web.id atau via whatsapp 6281295435806

Maka BurhanRengas.com – akan mengulas buku 30 hari jago jualan , yang merupakan buku panduan wajib pebisnis online ( kitab kuningnya pebisnis online).

Bedah Buku 30 HARI JAGO JUALAN RAHASIA JUALAN LARIS TANPA NGEMIS-NGEMIS

Sebenarnya sebagian tehnik dari 30 hari jago jualan ini sudah dibagikan ke publik secara gratis dalam bentuk ebook yang berjudul “17 TEKNIK CLOSING” , Cara Mudah CLOSING Tanpa Harus Pusing-pusing.

Baiklah mari kita Bedah Buku 30 HARI JAGO JUALAN RAHASIA JUALAN LARIS TANPA NGEMIS-NGEMIS ini dimulai dari

Penulis Buku 30 Hari Jago Jualan

Penulis: @DewaEkaPrayoga

Editor: @MirzaSukses

Layouter: @BillionaireCorp

Desain Cover dan Ilustrasi: @DaruRedono

Penerbit: DELTA SAPUTRA

Jl. Pondok Leungsir No. 1677 Sukabumi – Jawa Barat Cetakan Pertama, Agustus 2014 Hak cipta dilindungi undang-undang.

Note : Dilarang mengcopy dan memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa seizin tertulis dari penerbit. All rights reserved

Testimoni  Buku 30 Hari Jago Jualan

“Kang Alhamdulillah hari ini Saya Closing 1,8 Milyar bangun resto alam lengkap dengan gazebonya” (Mukti Aji Owner Green Creative Corp)

“Kang Dewa masih ingat pas aku private sama kang Dewa kemarin? Pas kemarin private Omsetku 200-300 jutaan/bulan. Setelah private, bulan Januari kemarin tembus 650 juta. Bulan ini 750 juta. Subhanallah” (Erlyanie Owner Cream Beauty Pearl Skincare erl)

“Omset pertama Coaching 1 juta/hari. Sekarang rata2 udah 3 juta/hari. Kalau weekend bisa tembus 5-6 juta/hari. Baru kali ini ngerasain enaknya bisnis. Sekarang punya banyak waktu buat diri sendiri dan orang tua” (Gopal Owner Mie Akhirat) Alhamdulillah. Bulan februari ini tutup Omset di angka 50,5 juta. (Mega Owner Frozzie Brownies)

“Alhamdulillah. Cari investor menggunakan tips 7 jurus di Medan kemarin CLOSING 30jt!!! “(Hadi Sucipto – Owner HompimpaH)

“Kemarin pas habis seminar kita Closing 50 juta lho. Makasih banyak kang Ilmunya” (Nadhila Bata Hebel )

“Subhanallah kang, iseng-iseng praktek 17 teknik closing via BBM, stok yang sudah nimbun setahun karena kurang peminat coba dipromo pake headline + konten yang sedikit gila, nggak sampe sehari closing 31 pcs senilai Rp 4.650.000. DAHSYAT! Sekarang malah pusing banyak yang indent karena stok habis “(Yuza Riza Owner Sepatu Hujan COSH)

“Mantap teknik Closingnya. Setelah nerapin Ilmu 17 Teknik Closing, Alhamdulillah hari ini Closing 15 juta” (Najib Ali Owner Al Munajat)

“Alhamdulilah setelah belajar dari kang Dewa dalam 3 bulan Omset bisnis Saya naik dari nol menjadi 180 juta per bulan” (Firman Owner thgr Jersey)

“Alhamdulillah closing 25 agen MaduPahit Mix langsung… “(Tedi Owner Madu Pahi Al Mahaz)

“Alhamdulillah dapat PO kerjaan CCTV nilainya $20.000 + 50 juta “(Nanang Owner IT Solution)

“Ilmunya Dahsyat! Dulu Closing 50rb aja susah banget. Sekarang Closing 500rb jadi enteng” (Uswah Owner Herbal Uswah)

“Kurang dari 4 jam aku ngejual 70 buku pelajaran. Besok InsyaAllah nambah lagi sekitar 20 buku. KEREN! “(Syahidah Azzahrah)

“Alhamdulillah orderan kedua pekan lalu senilai $175 “(@SEOMuda)

“Penghasilan sebulan kemarin bisa didapat dalam sehari. Makasih mas, hari ini mau produksi lagi” (@shopbolastore)

“Yang tadinya nggak niat beli eh jadi Closing. Terimakasih kang Dewa atas 17 Teknik Closingnya “(@NounaShessy)

“Mas Dewa, kemarin habis coba tekniknya, langsung Closing 600rb. Padahal baru sehari mas “(@ipehalena)

“Baru praktek sehari jualan di BB langsung banjir order! Ampe kewalahan gini “(@tedyfirmans)

“Nggak berhenti nih kang yang order kaos polos “(@Robbyayunk)

“Yang order Powerbank hari ini meningkat, yang keep buat besok juga udah ngantri. Mantep ilmunya” (@buatgadget)

“Shubuh2 dapet 11 telepon dari temen yang mau beli tiket pesawat. Amazing sekali tekniknya “(@NovrisaCha)

“Alhamdulillah Closing paket program stimulasi kecerdasan. Padahal paket program ini awalnya susah dijual “(@Puspita616)

“Yeee closing 15 juta, ampuh bener ilmunya coach Dewa…” (@Kaka 111)

“Setelah praktek ilmu 17 teknik closing saya berhasil menjual lebih cepat dan lebih banyak sebuah training dengan harga jutaan rupiah. Terimakasih kang ilmunya “(@didiologi)

“Ilmu-ilmunya kang dewa saya praktekkan di asuransi, puji tuhan, challenge yang diberikan perusahaan tercapai. Saya dapat reward naik kapal pesiar cruise 2014 dan 2015 nanti, dan ke Bangkok tahun 2015 nanti, karena saya berhasil capai target dalam waktu 3 bulan”.(@jacintakarsten)

“Ternyata ilmunya kang Dewa WOW Banget!! Tembus Omset 100 Juta modal BB bukan hanya sekedar judul buku, tapi saya juga merasakannya… “(@ArdiSmart99)

Daftar Isi Buku 30 Hari Jago jualan

  • Testimoni… 5
  • Daftar Isi… 9
  • Kata Pengantar… 11
  • Pendahuluan… 13
  • Jualan Terus, Rezeki Mulus…17
  • Jago Jualan… 29
  • Tiada Hari Tanpa Closing… 61
  • 30 Teknik Jualan Laris… 77
  • Hari ke-1 Teknik 1: Pertanyaan Pilihan… 79
  • Hari ke-2 Teknik 2: Ya Ya Ya… 82
  • Hari ke-3 Teknik 3: Kelangkaan… 86
  • Hari ke-4 Teknik 4: Now or Never… 89
  • Hari ke-5 Teknik 5: Harga Coret… 93
  • Hari ke-6 Teknik 6: Otoritas… 96
  • Hari ke-7 Teknik 7: Tanya Balik… 98
  • Hari ke-8 Teknik 8: Machine Gun… 103
  • Hari ke-9 Teknik 9: Surprise… 107
  • Hari ke-10 Teknik 10: ABC… 110
  • Hari ke-11 Teknik 11: Ubah Kata… 113
  • Hari ke-12 Teknik 12: Perbandingan… 117
  • Hari ke-13 Teknik 13: Cross Selling… 120
  • Hari ke-14 Teknik 14: Tukar Tempat… 122
  • Hari ke-15 Teknik 15: Cek Stok… 126
  • Hari ke-16 Teknik 16: Pengandaian… 129
  • Hari ke-17 Teknik 17: Pura-Pura Bego… 132
  • Hari ke-18 Teknik 18: Gali Alasan… 135
  • Hari ke-19 Teknik 19: Ikut-Ikutan… 140
  • Hari ke-20 Teknik 20: Tonjolkan Manfaat… 143
  • Hari ke-21 Teknik 21: 123… 145
  • Hari ke-22 Teknik 22: Before After Now… 147
  • Hari ke-23 Teknik 23: Mengunci Jawaban… 149
  • Hari ke-24 Teknik 24: Secarik Kertas… 151
  • Hari ke-25 Teknik 25: Promo Kreatif… 153
  • Hari ke-26 Teknik 26: Joke… 155
  • Hari ke-27 Teknik 27: Ajakan… 157
  • Hari ke-28 Teknik 28: Rahasia… 159
  • Hari ke-29 Teknik 29: Follow Up… 161
  • Hari ke-30 Teknik 30: Testimoni… 164
  • Tantangan Terakhir… 169
  • Profil Penulis… 174
  • Lampiran… 176

Prakata Penulis

I Love Selling & Sharing… Itulah kalimat pertama yang pantas Saya tulis dalam buku ini. Kecintaan Saya pada dunia penjualan membuat Saya semakin yakin bahwa ini adalah jalan hidup Saya.

Tak cukup sampai disana, pencapaian demi pencapaian yang Saya dapatkan membuat Saya semakin bersemangat untuk bisa membagikan pengetahuan dan pengalaman ini kepada Anda.

DUNIA PENJUALAN ITU ASYIK! Selama 7 tahun bergelut dalam dunia penjualan, Saya banyak mendapatkan pelajaran yang tak ternilai.

Mulai dari ditolak banyak orang, sampai dikucilkan banyak teman. Mulai dari omset recehan, sampai omset milyaran.

Itu semua dicapai bukan dengan cara yang instan, tapi penuh perjuangan yang sangat melelahkan.

Tapi mau bagaimana lagi, kalau yang namanya sudah jatuh cinta, melakukannya pun tidak perlu terpaksa dan menderita. Semuanya Saya lakukan dengan penuh rasa syukur dan bahagia.

Percaya atau tidak, kebahagiaan tersebesar Saya bukanlah ketika Saya mendapatkan apa yang Saya inginkan, melainkan ketika Saya bisa membantu banyak orang untuk terus tumbuh dan berkembang sesuai potensinya masing-masing.

Buku ini Saya tulis dalam rangka berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan Anda tentang.

Jika Anda benar-benar mempraktikkan ilmu yang ada dalam buku ini, maka dalam 30 hari sejak hari ini, Anda bisa mencapai target penjualan yang Anda inginkan.

Anda pun akan mendapatkan kejutan yang menyenangkan berupa hasil-hasil fantastis yang belum pernah Anda dapatkan sebelumnya. Saya berdoa semoga buku ini dapat membantu Anda dalam berjualan dan meledakkan omset bisnisnya.

Tak hanya itu, Saya pun berharap semoga kedepannya banyak terlahir orang-orang JAGO JUALAN yang dapat membantu banyak orang melalui produk-produk yang mereka ciptakan. Aamiiin…

@DewaEkaPrayoga Founder & CEO Billionaire Coach

Pendahuluan

Jualan itu Sulit! Itulah kata-kata yang akan keluar dari orang selalu mendapatkan pengalaman pahit saat jualan.

Tak sedikit dari mereka mengemis-ngemis bak orang yang minta dikasihani agar produk yang dijualnya laku dan dibeli orang.

Berbeda dengan orang yang selalu mendulang rupiah saat jualan, maka mereka akan mengatakan bahwa Jualan itu Mudah! Saya tidak tahu, apakah Anda termasuk orang golongan pertama atau kedua…

Yang pasti, jika Anda termasuk orang golongan pertama, maka buku ini akan menjadi kabar baik bagi Anda.

Karena dalam buku ini Saya ingin membantu Anda untuk mengasah skill jualan…

Dari yang awalnya jualan asal-asalan, jadi jualan dengan penuh teknik ampuh yang berujung pada sebuah CLOSING Dari yang awalnya mengejar-ngejar calon pembeli, jadi dikejar-kejar calon pembeli Dari yang awalnya pemalu, jadi malu-maluin. Hehehe…

Lho, Saya kan sudah terbiasa jualan. Apakah buku ini bisa membantu Saya meningkatkan omset bisnis Saya?

Tepat sekali! Buku ini akan banyak membantu Anda dalam meledakkan omset bisnis Anda.

Saya persembahkan buku ini kepada Anda pengusaha pemula yang dalam sehari-harinya dituntut untuk terus jualan agar memastikan dapur terus ngebul dan bisnisnya nggak bangkrut.

Selain itu, buku ini pun Saya persembahkan untuk para penjual (sales) profesional di sebuah perusahaan agar target penjualannya terus tercapai.

Bahkan, bukan hanya sekedar mencapainya, tapi melampauinya. Terakhir, jualan tidak semudah teori-teori di buku.

Perlu praktek yang banyak. Kalau hanya baca doang tanpa praktik, Anda bukan menjadi penjual ulung, tapi penjual bunting. Hehehe..

Padukan keduanya, belajar sekeras-kerasnya, praktik sebanyak-banyaknya. Dari situlah akan terbentuk kematangan dalam menjual.

Mindset terbentuk, mental teruji, serta uang pun terkumpulkan. Bagaimana, sudah bisa kita mulai?

Daftar Isi 30 HARI JAGO JUALAN

BAB 1 JUALAN TERUS, REZEKI MULUS 17

MILIKILAH SKILL MENJUAL! SUPAYA DAPAT REZEKI HALAL SEHINGGA BISA BANYAK BERAMAL Sebelum membahas segudang teknik ampuh untuk meledakkan omset bisnis Anda, ada baiknya Anda terlebih dahulu memikirkan alasan dibalik pentingnya aktivitas jualan.

Saya yakin, setiap orang ingin rezekinya mengalir deras. Tapi sayang, tidak banyak dari mereka yang mau bekerja keras. Banyak pengusaha yang ingin bisnisnya jalan. Sayang, mereka tidak suka jualan. Hoaaamm… Cape dech…

Salah satu penyakit yang membuat pengusaha gagal kaya adalah ALERGI JUALAN. Kebanyakan dari mereka malas kalau sudah diminta untuk menjual sesuatu.

Alhasil, kalau sifat ini tetap dipertahankan, wajar saja bisnisnya tidak bertahan lama dan cepat bangkrut. Boroboro kaya, yang ada malah merana.

Coba Anda bayangkan, seandainya Anda sudah memiliki karyawan yang berkualitas, sistem operasional yang handal, dibantu tenaga akuntan yang bagus, namun tim penjualan Anda loyo, apa yang bakal terjadi pada sumber daya Anda yang hebat itu?

SDM berkualitas nganggur karena tidak ada yang bisa dikerjakan Operasional melamun bosan, bingung apa yang mau diatur dan diselesaikan

Bagian keuangan hanya bisa pasrah sambil jantungnya dagdig-dug karena setiap harinya hanya menghitung di bagian pengeluaran saja, tanpa ada pemasukan Itulah kondisi bisnis yang penjualannya loyo.

Semua menjadi tidak bergairah. Hanya tinggal menuggu waktu bisnisnya hancur dan meninggalkan banyak hutang. Hiks..hiks T_T

Berbeda halnya jika Anda suka jualan dan penjualannya laris manis tanjung kimpul…

SDM berkualitas diberdayakan maksimal sehingga mereka terus tumbuh seiring dengan tantangan pekerjaan baru Operasional sibuk bekerja, menguji sistem yang telah dibuat serta mecari pola kerja paling efektif dan efisien Bagian keuangan juga ikut sibuk dalam membuat laporan yang terstruktur, mudah dipahami serta mampu menganalisa kebocoran-kebocoran arus kas perusahaan Banyaknya pekerjaan-pekerjaan baru bakal membuat sumber daya Anda terus tumbuh dan berkembang.

Tentu datangnya pekerjaan tersebut dihasilkan dari adanya transaksi penjualan. Kalau sudah begitu, Anda pun tidak segan-segan memberi bonus bagi karyawan Anda. Anda bahagia, karyawan pun sejahtera.

Masih mau Alergi Jualan? Udah tahu kan risikonya? Bukan rahasia lagi bahwa uang dari sebuah perusahaan datang karena aktivitas jualan.

Masih belum yakin?

Begini… Ada 4 pilar utama dalam bisnis, yaitu:

  1. Pemasaran (Marketing & Sales)

  2. Sumber Daya Manusia (SDM)

  3. Keuangan

  4. Operasional Menurut Anda, dari keempat pilar tersebut, pilar manakah yang dapat menghasilkan uang?

Apakah saat SDM melakukan perekrutan dan pembinaan karyawan?

Apakah saat Operasioanal membuat produk?

Apakah saat bagian Keuangan membuat laporan keuangan?

Ternyata semua pilar tersebut bukan bagian yang menghasilkan uang. Bagian yang menghasilkan uang adalah bagian PEMASARAN.

Sedangkan ujung tombak pemasaran adalah PENJUALAN. Perusahaan bisa terus hidup jika ada CASH, alias Duit.

Hal itu bisa terwujud saat terjadi penjualan. Perlu Anda ketahui, dalam bisnis Cash is a Blood (Darah). Apa akibatnya jika tubuh Anda kekurangan darah? Lemes, pucat, dan tidak bergairah bukan? Apalagi kalau sudah kehabisan darah? Matilah sudah…

Begitu pula dalam bisnis. Begitu pentingnya penjualan untuk menggerakkan pilar-pilar lain dalam sebuah bisnis.

Sadarilah, uang datang karena aktivitas jualan, bukan hanya duduk diam menunggu pelanggan.

Bagi sebagian orang ungkapan No Selling, Dying! atau Kalau Nggak Jualan bakal Mati (baca: hidup susah) dinilai sangat kejam.

Namun, percayalah ini bakal dirasakan bagi Anda yang menggantungkan hidup dari bisnis.

Banyak klien yang datang kepada Saya untuk konsultasi mengenai bisnisnya karena penjualan yang turun sehingga membuat usahanya hampir bangkrut. Kalau usahanya bangkrut, maka mereka sudah tidak punya penghasilan lain.

Padahal setiap bulan HARUS :

  • Membeli kebutuhan sehari-hari keluarga
  • Membayar biaya sekolah anak
  • Membayar berbagai cicilan hutang
  • Ikut menanggung kebutuhan hidup orang tua dan adik-adik
  • dan lain-lain…

Kalau Anda mengalami kondisi seperti ini, apakah masih bisa santai santai dalam jualan?

Bangun wooiii!! JUALAN!!!

Tanamkan dalam diri prinsip No Selling, Dying! Kalau Saya berhenti Jualan, maka tamatlah sudah.

Kalau sudah begini, hari-hari Anda bakalan penuh energi untuk terus Jualan.

Anda akan selalu ingat, ada keluarga dan karyawan yang berharap bisnis Anda terus tumbuh dan berkembang.

Buatlah target yang tinggi, bekerja keras dalam melakukan penjualan, dan lalukan tes & ukur setiap aktivitas penjualan Anda.

Pernahkah terbayang oleh Anda jika kehidupan Anda terus dikerubungi oleh banyak uang? Sehingga seakan-akan Anda memiliki Magnet Uang.

Tenang… kini Anda dapat menjadi magnet uang tanpa perlu ke dukun, paranormal atau sampai mandi kembang 7 rupa selama 7 hari 7 malam, hehehe.. #Lebay

Saya baru sadar, ternyata cara yang paling ampuh menjadi magnet uang adalah dengan JAGO JUALAN.

Kalau sudah jadi magnet artinya bukan Anda yang mencari-cari, namun Anda yang bakal dicari-cari seperti selebritis.

Banyak orang yang bisa bikin produk berkualitas, sayang tidak banyak yang bisa menjualnya.

Nah disitulah mereka akan mencari-cari Anda. Kalau Anda sudah terkenal jago jualan, bakal banyak pengusaha yang datang kepada Anda untuk bekerjasama.

Anda diminta membantu mereka dalam penjualannya. Enaknya, Anda bisa menjual tanpa perlu membayar uang muka, bahkan tanpa perlu stok. Diskon yang Anda dapat juga bisa setara distributor. Asyik apa asyik? Itulah nasib orang jago jualan.

Mereka akan dicari banyak orang dan menjadi magnet uang. Dicari-cari pengusaha lainnya untuk diajak kerjasama.

Saya sendiri merasakannya. Banyak pengusaha yang ingin bekerjasama dengan Saya mulai dari produk herbal, makanan, tour and travel, hingga bidang kecantikan.

Mulai yang harganya ratusan ribu hingga yang harganya ratusan juta.

Bukan hanya itu, banyak juga yang ingin menjadikan Saya sebagai konsultan perusahaannya, khusus menangani bagian penjualan.

Mengapa bisa demikian? Tahu sendiri lah hehehe So, jika Anda ingin menjadi magnet uang, tidak ada cara lain selain menjadi orang yang jago jualan. Ayo buktikan!….

Guru Saya pernah bilang kepada Saya bahwa ada dua hal dasar yang harus dimiliki pengusaha, yaitu KEBERANIAN dan PEMASARAN.

Seorang pengusaha harus punya keberanian, apalagi kondisi iklim usaha penuh ketidakpastian.

Kalau pengusaha tidak punya keberanian, mending jadi bawahan. Hanya berani jika sudah ada kepastian. Heu…

Nah… supaya bisnis bisa bertahan lalu berkembang, tidak cukup hanya modal berani saja, butuh skill pemasaran.

Tanpa ilmu pemasaran hasilnya bisa pas-pasan, pas butuh, pas nggak ada. Capek deh Salah satu ujung tombak dari pemasaran adalah JUALAN.

Kalau Anda sebagai pengusaha tapi nggak bisa jualan, mending tutup aja bisnisnya.

Mungkin ada yang bilang, Kejam banget, coach!. Mending Saya bilang dari sekarang dan Anda sakit hati lalu mulai membenahi diri, daripada nanti bisnis Anda bangkut akibat tidak bisa jualan.

Jujur, rasanya lebih menyakitkan, bung Percaya deh..

Makanya ada yang menyarankan sebelum terjun ke dunia usaha dengan merk atau brand sendiri, cobalah jualan merk orang lain terlebih dahulu.

Mulai dari jadi dropshipper yang tanpa modal dan tanpa stok, atau jadi reseller jika sudah punya banyak pelanggan.

Awal-awal Anda fokus kejar omset serta cashflow yang cepat serta membangun jaringan penjualan.

Nah, saat skill jualan mulai terasah dan jaringan penjualan sudah terbentuk, maka mulailah bangun merk atau brand Anda sendiri.

Kalau ditanya bagaimana cara mendapatkan uang, maka jawabannya banyak.

Namun kalau ditanya, apakah yang bisa menghasilkan uang dalam waktu cepat? Maka jawabannya adalah J.U.A.L.A.N.

Misal… Kerja, nunggu gajian di akhir bulan Investasi, nunggu bagi hasil (profit sharing)

Bisnis, nunggu dividen (itu pun kalau untung)

Project, nunggu project selesai Hampir semua pekerjaan tersebut adalah MENUNGGU.

Sedangkan jualan, hasilnya bisa dirasakan seketika. Kita jualan produk tertentu, laku, dapat duit deh. Cepat kan? Saya pernah membuktikannya.

Suatu ketika Saya sedang mengetes salah satu teknik jualan yang ingin Saya tulis dalam buku ini.

Ternyata eh ternyata, hasilnya LUAR BIASA! Tak disangka, dalam waktu kurang dari 5 jam, Saya mampu mengumpulkan uang 20 juta.

Alhasil selama 1 minggu, setelah dikumpul-kumpul, total omset yang didapat lebih dari 100 juta. Padahal cuma jualan buku. Hehehe.. Gurih kan?

Sudah terbukti, jika kita ingin mendapatkan uang dalam waktu cepat, maka income stream (pipa penghasilan) tercepat adalah jualan.

Masih nggak percaya? Buktikan sendiri! Sebagian dari Anda mungin tidak percaya bahwa dunia penjualan itu asyik.

Kenapa? Karena yang Anda hadapi adalah penolakan demi penolakan.

Kalau Anda sudah stok produk banyak, produknya nggak laku dan numpuk di gudang, boro-boro asyik, yang ada malahan puyengnya minta ampun…

Tapi apa perasaan Anda ketika Anda mampu tembus Omset Milyaran per bulan karena Anda jago jualan?

Bagaimana perasaan Anda ketika Anda mampu meraup uang lebih banyak setiap bulannya? Tentu Asyik bukan? Hehe…

Anda tentu penasaran… Bagaimana Saya Mendapatkan Uang 20 Juta hanya dalam 5 jam bahkan kurang?

Bagaimana bisnis Saya bisa capai target Omset 1 Milyar dalam 2 bulan?

Teknik yang Saya gunakan untuk mendapatkan 5 juta dalam waktu 15 menit

Rahasia yang Saya ajarkan kepada klien-klien Saya sehingga bisa tembus Omset Ratusan bahkan Milyaran rupiah per bulan Anda penasaran kan?

Tenang… Anda akan segera mengetahuinya pada bab berikutnya. Jika Anda sudah mengetahuinya dan mempraktikkannya, beeuuuuh…

Disanalah Anda akan merasakan bahwa jualan itu benar-benar ASYIK!

Bab 2 JAGO JUALAN

JAGO JUALAN BUKAN MASALAH BAKAT, NAMUN MASALAH NIAT DAN JUGA TEKAD! Jika pada bab sebelumnya Anda sudah belajar tentang kenapa jualan itu penting, maka pada bab ini Anda akan tahu bagaimana caranya menjadi seseorang yang JAGO JUALAN.

Mau tahu caranya? Mungkin Anda pun menanyakan hal serupa dalam hati Anda. Apa mungkin dalam 30 hari kita bisa jago jualan? Emang bisa? Perhatikan kata-kata Henry Ford di atas, jika Anda berpikir Anda bisa, Anda benar.

Jika Anda berpikir Anda tidak bisa, Anda juga benar. Artinya, berpikir bisa dan tidak bisa sama-sama benar. Karena dua duanya hasilnya sama, lebih baik berpikir BISA saja.

Masuk akal? Pola pikir adalah hal yang pertama yang harus Anda ubah jika Anda ingin benar-benar jago jualan. Katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda LUAR BIASA! Anda memiliki potensi besar yang bisa Anda latih dan kembangkan.

Allah sudah lengkapi diri kita dengan akal, itulah yang harus kita maksimalkan.

Bukan masalah bisa nggak bisa, tapi masalah mau nggak mau. Kalau memang Anda mau jago jualan, Anda PASTI BISA!

Ingat, jago jualan bukan masalah bakat, namun masalah niat dan juga tekad. Artinya, jika Anda benar-benar serius ingin jago jualan, milikilah niat baik tersebut dalam hati Anda, bulatkan tekadnya, dan latih terus menerus.

Mari kita mulai inti dari materinya… Ada 3 faktor kunci sukses jualan:

  1. Penjualnya Siapa yang menjual akan menentukan seberapa besar % Closing kita saat menjual.

Ada penjual yang semangat dan percaya diri, ada penjual yang loyo dan tidak berenergi Ada yang sukanya hit and run, ada yang terus follow up dan maintenance pelanggannya Ada yang sabar dan mendengarkan, ada yang nggak sabaran dan terus-terusan bicara dan sebagainya.

Dalam buku ini, Saya akan membantu Anda menemukan potensi terbesar Anda dalam menjual.

Saya tidak akan memaksa Anda untuk mengubah karakter Anda, justru malah sebaliknya. Saya akan mengarahkan Anda untuk menjadi diri Anda yang sesungguhnya.

Potensi itulah yang harus terus Anda latih sampai Anda benar-benar jago jualan.

  1. Penawarannya Bentuk penawaran yang disampaikan oleh penjual kepada pembeli merupakan suatu hal yang sangat penting.

Jika seorang penjual tidak mampu mengemas penawarannya dengan menarik, maka sulit baginya untuk membuat calon pembeli tertarik membeli produknya.

  1. Pembelinya Kalau penjualnya jago, penawarannya menarik, tapi pembelinya nggak punya duit, ya percuma juga.

Disini Anda perlu menemukan market yang tepat yang berisi orang-orang yang sanggup beli produk Anda.

Tantangannya setelah Anda menemukan mereka, tipe pembeli pun berbeda-beda.

Anda tidak bisa memperlakukannya sama. Anda harus menjual sesuai karakter dan bahasa nya.

Dalam dunia penjualan, Saya sangat terbantu oleh buku The DISC Codes karya Edyen Shin dan DISC The Soul of Selling karya Evilin Kumala Warangian dalam mengenali berbagai tipe penjual.

Model DISC ini sangat membantu Saya saat praktik di lapangan. Terbukti, ketika Saya mengetahui dan menggunakan model ini, omset bisnis Saya melesat nggak karuan.

Dimana:

D (Dominan) : berorientasi pada tujuan dan tugas

I (Intim) : berorientasi pada tujuan dan hubungan

S (Stabil) : beroritentasi pada hubungan dan proses

C (Cermat) : berorientasi pada proses dan tugas

Untuk lebih mudah memahami model DISC ini, Saya ingin mengajak Anda untuk melakukan sebuah tes sederhana untuk bisa mengetahui tipe penjual seperti apakah Anda.

Bagian 1: Silakan Anda pilih salah satu dari dua pernyataan yang ada di bawah ini yang paling menggambarkan diri Anda.

Lingkari jawabannya.

A. Saya ingin mengerjakan sesuatu dengan cepat

B. Saya ingin mengerjakan sesuatu dengan teliti, tenang, dan tidak terburu waktu

A. Saya suka mendapat pujian di depan banyak orang

B. Saya suka mendapat pujian secara pribadi

A. Saya senang bekerja bersama-sama dengan orang lain

B. Saya lebih senang bekerja sendiri

A. Saya biasanya bertindak dulu baru memikirkan konsekwensinya

B. Saya berpikir dulu sebelum bertindak

A. Saya aktif berbicara dalam meeting atau pertemuan

B. Bila ada pilihan, Saya lebih suka berbicara empat mata daripada berbicara di depan meeting atau pertemuan

A. Saya senang mengerjakan beberapa proyek atau tugas dalam satu waktu tertentu

B. Saya lebih menyukai fokus pada satu tugas atau proyek dalam satu waktu tertentu

A. Saya dapat mengekspresikan pikiran dan perasaan Saya

B. Saya lebih memilih untuk dapat mengekpresikan pikiran dan perasaan Saya secara terbuka

A. Saya selalu ingin beraktivitas, tidak bisa tinggal diam

B. Saya ingin memiliki privasi untuk melakukan hal-hal yang Saya sukai sendirian atau hanya dengan teman dekat saja 35

A. Saya suka bila terpilih untuk tampil di depan umum, memimpin team atau suatu proyek

B. Saya lebih suka orang lain yang terpilih menjadi pemimpin atau tampil di depan publik

A. Saya berbicara dengan cepat, ekspresif, dan banyak menggunakan gerakan tangan atau tubuh

B. Saya berbicara dengan intonasi dan ekspresi yang tenang sedikit menggunakan gerakan tangan atau tubuh

A. Saya berbicara dengan volume suara yang lebih keras dari rata-rata orang lain

B. Saya berbicara dengan volume suara sedang atau lebih pelan dari rata-rata orang lain

Jumlah Jawaban A B JUMLAH

Pilihan Terbanyak adalah

Bagian 2: Silakan Anda pilih salah satu dari dua pernyataan yang ada di bawah ini yang paling menggambarkan diri Anda.

Lingkari jawabannya.

C. Saya ingin mengerjakan pekerjaan atau tugas sendiri daripada mendelegasikan kepada orang lain karena hasilnya akan lebih cepat, lebih baik, dan lebih sesuai dengan keinginan saya

D. Saya suka mengerjakan pekerjaan bersama-sama dengan orang lain atau menjadi bagian dalam team

C. Saya lebih menyukai pembicaraan seputar pekerjaan, tugas, proyek atau hal umum lainnya yang tidak menyinggung privasi saya

D. Saya senang menceritakan pengalaman pribadi dan keluarga saya

C. Pada saat mendengarkan orang lain berbicara, saya lebih memperhatikan tujuan atau alasan dari pembicaraan yang dilakukan

D. Pada saat mendengarkan orang lain berbicara, saya lebih memperhatikan orang yang berbicara atau perasaannya

C. Saya lebih memilih fokus pada pekerjaan daripada membuang waktu dengan berkumpul dan bersosialisasi dengan rekan kerja

D. Menurut saya membina hubungan dengan rekan kerja adalah satu hal yang terpenting dalam memperlancar pekerjaan saya. Karena itu saya selalu meluangkan waktu untuk berkumpul dan bersosialisasi dengan rekan kerja baik pada jam kerja maupun setelah jam kerja

C. Saya akan melakukan pekerjaan atau tugas yang tidak saya sukai asalkan bisa memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan saya atau bisa menunjang pekerjaan/tugas utama saya

D. Saya akan melakukan pekerjaaan yang tidak saya sukai selama bisa menyenangkan dan membantu orang lain atau membuat orang lain menerima dan menyukai saya

C. Saya lebih memilih untuk makan sambil bekerja atau segera menyelesaikan makan siang secepatnya dan kembali ke meja untuk menyelesaikan pekerjaan atau tugas saya, daripada meluangkan waktu makan siang yang lebih lama bersama teman

D. Saya tidak keberatan bahkan sering memanfaatkan waktu makan siang bersama teman selama memungkinkan

C. Dalam membeli barang dengan nilai yang cukup besar, saya kan menentukan survey ke toko, website, majalah atau brosur, membandingkan dan menganalisa pilihan, dan membeli dari hasil perbandingan analisis saya

D. Dalam membeli barang dengan nilai yang cukup besar, saya akan berbicara dengan teman-teman saya untuk menanyakan pengalaman dan rekomendasi mereka atau testimoni dan menggunakan rekomendasi atau testimoni tersebut dalam memutuskan pembelian

Jumlah Jawaban C D JUMLAH Pilihan Terbanyak adalah..

Silakan sesuaikan pilihan Anda dengan penjelasan di bawah ini:

Jumlah pilihan terbanyak A dan C, maka Anda memiliki tipe perilaku D (Dominan)

Jumlah pilihan terbanyak A dan D, maka Anda memiliki tipe perilaku I (Intim)

Jumlah pilihan terbanyak B dan D, maka Anda memiliki tipe perilaku S (Stabil)

Jumlah pilihan terbanyak B dan C, maka Anda memiliki tipe perilaku C (Cermat)

Jadi, tipe apakah Anda?

Jika Anda adalah penjual tipe D, maka Anda termasuk orang yang memiliki ciri-ciri:

  • Penuh percaya diri Berbicara langsung ke tujuan
  • Menjabat tangan dengan kuat
  • Gaya bicara tanpa basa basi dan tidak dipoles
  • Lebih banyak bicara daripada mendengarkan
  • Membuat pernyataan yang kuat Ritme bicara cepat dengan intonasi yang tegas Saat menjual,
  • Anda akan… Berusaha untuk menjelaskan ke calon pembeli bagaimana produk yang Anda tawarkan sangat bermanfaat dan memberikan hasil yang nyata dan cepat bagi calon pembeli
  • Berusaha meyakinkan calon pembeli bahwa mereka akan mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Anda
  • Berusaha menciptakan keterdesakan yang mengarahkan calon pembeli untuk mengambil keputusan yang cepat untuk membeli.
  • Anda juga berusaha meyakinkan calon pembeli bahwa proses yang akan dilaluinya akan mudah dan cepat
  • Kelebihan Anda dibandingkan tipe penjual yang lain adalah… Meyakinkan calon pembeli pada hasil yang akan diperoleh Tidak mudah menyerah pada penolakan Segera melakukan koreksi apabila calon pembeli salah mengerti Tidak berkutat dengan detail yang tidak berguna
  • Menyelesaikan masalah yang dihadapi calon pembeli dengan cepat
  • Meyakinkan calon pembeli bahwa produk dan service yang akan mereka dapatkan sesuai dengan janji Anda
  • Mengarahkan calon pembeli untuk mengambil tindakan cepat Memudahkan dan mempercepat proses pembelian, agar tidak membuang waktu
  • Berani menggunakan cara lain di luar prosedur demi mendapatkan penjualan

Kekurangan Anda dibandingkan tipe penjual yang lain adalah…

  • Kurang peka terhadap kebutuhan calon pembeli
  • Tidak ada basa basi
  • Nggak sabaran
  • Terkadang menggunakan cara-cara pintas untuk mendapatkan penjualan
  • Kurang meluangkan waktu untuk mengenal calon pembeli lebih baik
  • Kurang bersedia membangun hubungan yang lebih dekat apabila tidak berhubungan dengan hasil yang diinginkan
  • Terlalu fokus pada hasil penjualan sehingga dengan cepat akan beralih ke calon pembeli yang lain ketika penjualan sudah selesai

Jika Anda adalah penjual tipe I, maka Anda termasuk orang yang memiliki ciri-ciri:

  • Supel Bersemangat tinggi
  • Menyenangkan dan ceria
  • Gaya berbicara cepat dan volume tinggi
  • Ekspresif dalam raut wajah maupun intonasi suara
  • Banyak gerakan tubuh memperagakan yang dibicarakan
  • Suka berbicara dan menceritakan kisah Saat menjual,
  • Anda akan Berusaha membuat calon pembeli bersemangat untuk mengetahui kesempatan menarik dari produk yang Anda tawarkan
  • Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam proses penjualan dan secara spontan berusaha membangun hubungan pertemanan Dengan antusiasme
  • Anda dapat membuat calon pembeli bergerak cepat untuk melakukan pembelian

Kelebihan Anda dibandingkan tipe penjual yang lain adalah…

  • Memancarkan semangat di setiap pertemuan
  • Melihat orang dan situasi secara optimis
  • Dapat menciptakan kesan bahwa semua produk yang ditawarkan menarik
  • Membuat calon pembeli merasa seperti sahabat karena suasana informal yang diciptakan
  • Peduli terhadap masalah yang dihadapi calon pembeli walaupun tidak ada hubungannya dengan proses penjualan sehingga terjalin hubungan yang lebih akrab
  • Berusaha menyenangkan calon pembeli
  • Tidak mudah marah dalam menghadapi calon pembeli
  • Terus menjalin hubungan jangka panjang dengan calon pembeli
  • Tidak berkutat dengan detail yang tidak berguna bagi calon pembeli

Kekurangan Anda dibandingkan tipe penjual yang lain adalah…

  • Sensitif Pendengar yang buruk Kurang tindak lanjut
  • Kurang menguasai detail/spesifikasi produk
  • Kurang bisa menjelaskan secara logika dan objektif
  • Penjelasan tentang keunggulan produk tidak disertai dengan data dan bukti-bukti nyata
  • Kurang perencanaan dan time management Kurang terorganisir dan mengelola prioritas
  • Terlalu banyak mengumbar janji karena ingin menyenangkan calon pembeli

Jika Anda adalah penjual tipe S, maka Anda termasuk orang yang memiliki ciri-ciri:

  • Sabar Ramah Hangat Ritme bicara tenang dan lembut
  • Gerakan tubuh terlihat rileks
  • Mudah setuju Mendengar dengan baik Saat menjual,
  • Anda akan Berusaha memahami situasi yang unik dari masing-masing customer dan secara tulus peduli serta berusaha mencari solusi untuk kebutuhan mereka dan masalah yang mereka hadapi
  • Bersedia meluangkan waktu untuk mengenal customer sebelum melakukan penjualan dan berusaha menciptakan suasana dalam proses penjualan berjalan dengan hangat, harmonis dan tanpa tekanan, sehingga customer merasa nyaman dan tercipta hubungan penuh kepercayaan
  • Berusaha menyakinkan customer bahwa Anda selalu siap untuk membantu customer dengan meminta mereka menghubungi Anda, bila ada pertanyaan, saran, dan keluhan, baik sebelum maupun setelah penjualan
  • Berusaha menunjukan ke customer bahwa mereka membeli produk yang handal dan terpercaya, dimana Anda sendiri secara pribadi yang akan siap sedia setiap saat

Kelebihan Anda dibandingkan tipe penjual yang lain adalah…

  • Pendengar yang baik Tidak memaksa calon pembeli untuk mengambil keputusan cepat
  • Peduli terhadap kebutuhan calon pembeli
  • Menjalin hubungan personal yang harmonis dengan calon pembeli
  • Memperlakukan calon pembeli dengan hormat dan sopan
  • Menghormati dan menjaga perasaan calon pembeli dengan menggunakan pendekatan yang sopan dan diplomatis
  • Tidak mudah marah atau frustasi dalam menghadapi calon pembeli
  • Konsisten dalam menjalin hubungan jangka panjang dengan calon pembeli
  • Berusaha menjawab semua pertanyaan calon pembeli sebaik yang Anda bisa
  • Berusaha membantu calon pembeli semaksimal mungkin agar calon pembeli dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk mereka

Kekurangan Anda dibandingkan tipe penjual yang lain adalah…

  • Telihat ragu-ragu atau kurang percaya diri
  • Membiarkan percakapan kemana-mana karena tidak ingin terkesan memaksa calon pembeli
  • Kurang bisa menyakinkan calon pembeli untuk segera mengambil tindakan cepat untuk membeli
  • Terlalu memberikan ruang, sehingga calon pembeli menunda memberikan komitmen untuk membeli
  • Terlalu mudah menyerah atas penolakan calon pembeli
  • Kurang asertif atau sungkan memperbaiki kesalahan persepsi terhadap produk yang ditawarkan,
  • Terkadang terlalu berusaha untuk menyenangkan calon pembeli
  • Terlihat takut menyinggung dan kehilangan calon pembeli

Jika Anda adalah penjual tipe C, maka Anda termasuk orang yang memiliki ciri-ciri:

  • Teratur, detail, dan menguasai spesifikasi
  • Mengunakan fakta, data, dan angka
  • Menggunakan pendekatan analistis dan sistematis
  • Bertindak sesuai prosedur
  • Disiplin dan patuh pada peraturan Formal dan sangat diplomatis
  • Gaya bicara monoton dan kurang eksperesif Saat menjual,
  • Anda akan Menitikberatkan pada kualitas produk dan jasa yang ditawarkan dengan dukungan angka, data, serta fakta
  • Berusaha menyakinkan calon pembeli bahwa Anda memiliki keahlian dalam bidang Anda dan mengerti secara detail tentang produk atau jasa yang ditawarkan
  • Berusaha menyakinkan calon pembeli bahwa produk yang ditawarkan berkualitas tinggi, tahan lama, dan merupakan keputusan jangka panjang yang tepat

Kelebihan Anda dibandingkan tipe penjual yang lain adalah…

  • Sangat menguasai secara detail spesifikasi pruduk yang ditawarkan
  • Dapat menjelaskan kelebihan dan kualitas produk dengan tepat dan akurat
  • Menggunakan fakta, data, dan angka sebagai pendukung untuk memperkuat penjelasan
  • Memastikan calon pembeli mendapatkan produk dengan kualitas yang sama dengan yang telah dijelaskan
  • Calon pembeli melihat Anda sebagai orang yang kompeten dan ahli dalam bidang Anda
  • Memastikan proses penjualan dan pembelian telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan aturan untuk menghindari risiko di masa depan Mengingatkan calon pembeli untuk melakukan layanan purnajual (apabila dibutuhkan) agar kualitas dan daya tahan produk tetap terjaga

Kekurangan Anda dibandingkan tipe penjual yang lain adalah…

  • Terkadang terlalu monoton sehingga membosankan
  • Kurang ekspresif atau terlalu dingin sehingga tidak membangkitkan minat untuk membeli
  • Tertutup dan tidak mudah bergaul
  • Tidak menyukai pendekatan agresif dan hubungan pribadi
  • Tidak ada keterkaitan emosional
  • Terlalu sibuk dengan detail yang mungkin tidak penting bagi calon pembeli, yang bisa membuat calon pembeli kehilangan antusiasme untuk bertindak
  • Kurang mampu mengarahkan calon pembeli untuk segera memutuskan
  • Terlalu kaku mengikuti aturan sehingga kurang fleksibel dalam memenuhi kebutuhan calon pembeli

Setelah Anda tahu tipe penjual seperti apa Anda, maka tugas Anda selanjutnya adalah menyadari karakteristik diri Anda seutuhnya.

Lakukan apa yang mesti Anda lakukan seperti yang sudah dijelaskan di atas, fokuslah pada kekuatan Anda, sadarilah kekurangannya.

Tutupilah kekurangan Anda dengan merekrut orang-orang dengan tipe lainnya.

Misalnya…

Jadikan tipe D sebagai Marketer atau penjual yang bertugas untuk melakukan inisiasi penjualan, penetrasi produk, dan mendobrak market

Jadikan tipe I sebagai Public Relation atau penjual yang akan melakukan pendekatan ke beberapa orang penting dan melakukan follow up kepada mereka yang sudah jadi pelanggan Anda

Jadikan tipe S sebagai Customer Service yang siap kapanpun untuk ditanya-tanya oleh calon pembeli dan menerima segala bentuk komplain dari pelanggan

Jadikan tipe C sebagai Admin atau penjual khusus produk produk yang memiliki nilai cukup tinggi dengan detail dan spesifikasi produk cukup rumit

Inilah yang Saya lakukan di semua perusahaan yang Saya bangun.

Saya menyadari betul bahwa Saya adalah penjual tipe D. Saya memiliki kemampuan mendobrak market dengan cepat.

Saya pun mampu mencapai bahkan melampaui target omset yang sudah ditetapkan.

Namun Saya sadar dengan kekurangan Saya, yaitu nggak sabaran, mudah terpancing emosi, dan suka lupa dengan hal-hal yang sudah Saya janjikan.

Jika seandainya terjadi komplain langsung ke Saya, Saya tidak akan segan-segan justru malah memarahinya balik. Hehehe…

Oleh karena itu, Saya bersyukur memliki tim ideal dari tipe S dan C. Bagian customer service dan penanganan komplain Saya serahkan kepada tim Saya yang memiliki tipe S.

Perihal masalah administrasi dan operasional Saya serahkan kepada mereka yang memiliki tipe C.

Untuk orang tipe I, Saya belum menemukan pasangan yang pas. Mungkin Anda bisa jadi tim Saya selanjutnya? Hehe…

Kenapa hal tersebut perlu dilakukan? Ingat lho, ketika penjualan Anda meningkat drastis, tugas Anda sebagai penjual mungkin selesai.

Tapi kalau Anda dalam bisnis, ini bisa jadi masalah baru. Kenapa? Karena bagian operasional, customer service, admin, dan lain-lain harus dipastikan kerja bagus juga, sesuai standar SOP yang sudah ditetapkan.

Oleh karena itu pemilihan tim penjualan yang tepat sangat penting dilakukan. Jangan sampai omset Anda besar, tingkat kekecewaan dan komplain dari pelanggan Anda juga besar. Gawat…

Seperti halnya penjual, kita akan menggunakan model DISC untuk mengenali tipe pembeli.

Ada 4 tipe pembeli, yaitu:

  1. D (Dominan)

  2. I (Intim)

  3. S (Stabil)

  4. C (Cermat)

Bagaimana cara menghadapi mereka? Inilah caranya…

  • Mereka tidak menyukai Basa basi
  • Buang-buang waktu
  • Keraguan-raguan
  • Terlalu banyak detail
  • Merasa dimanfaatkan

Oleh karena itu, yang harus Anda lakukan…

  • Mintalah calon pembeli untuk menjelaskan hasil yang mereka inginkan
  • Tunjukan bagaimana Anda akan membantu mereka mendapatkan hasil dengan cepat
  • Tunjukan bagaimana produk yang Anda tawarkan dapat memberi keuntungan bagi perusahaannya dan membantu mereka untuk mencapai target yang diinginkan
  • To the point, langsung ke tujuan Tidak bertele-tele atau memberi penjelasan panjang lebar
  • Tidak berbasa basi dan membicarakan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan bisnis
  • Sediakan ringkasan atau poin penting yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan secara cepat
  • Tunjukan kepada mereka bahwa proses akan berjalan dengan cepat dan mudah
  • Berikan beberapa alternatif dan biarkan mereka memegang kontrol untuk memilih
  • Tunjukan kepada mereka bahwa Anda menghargai kewenangan mereka
  • Tunjukan bahwa Anda akan mengatur segala sesuatu tanpa banyak merepotkan mereka
  • Mintalah komitmen pembelian dari mereka secara langsung
  • Jangan ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan dan bersiaplah akan pertanyaan-pertanyaan sulit
  • Berilah penekanan pada Hasil yang cepat dan signifikan
  • Keuntungan bagi dirinya dan perusahaan
  • Peningkatan profit atau produktivitas kerja
  • Effisiensi dan pengurangan biaya bagi perusahaan

Mereka tidak menyukai…

  • Terlalu banyak detail
  • Terlihat pesimis
  • Penjual yang tidak bersahabat
  • Penjual yang tidak setuju atas pendapat-pendapatnya

Oleh karena itu, yang harus Anda lakukan…

  • Berikan kesempatan mereka untuk berbicara Berikan penekanan pada aspek positif (menyenangkan dan menarik) dari produk atau jasa yang Anda tawarkan akan membuat calon pembeli, pekerjaan dan hasilnya menjadi lebih menarik, inovatif, menyenangkan ataupun spektakuler
  • Gunakan pendekatan yang bersahabat & menyenangkan
  • Berikan kesempatan bagi mereka untuk membagikan cerita atau opini mereka, dengarkan antusias, dan tertawa bersama mereka
  • Bagikan cerita-cerita menarik termasuk cerita yang Anda alami dan terbukalah dalam memberikan informasi tentang diri Anda
  • Kembalikan pembicaraan ke topik utama bila diperlukan karena calon pembeli I suka berbicara ngalor ngidul
  • Sediakan testimoni dari calon pembeli yang puas dengan produk Anda
  • Tunjukan inovasi: kesempatan menarik atau kesempatan terbatas dari produk atau jasa yang Anda tawarkan untuk membeli lebih banyak
  • Berilah penekanan pada… Antusiasme Anda Cerita Testimoni Kesempatan yang menarik atau terbatas

Mereka tidak menyukai…

  • Tekanan atau paksaan Penjual yang terlalu agresif
  • Ketidak pastian Konflik

Oleh karena itu, yang harus Anda lakukan…

  • Minta calon pembeli untuk menceritakan pendapat atau pemikiran mereka dan berilah perhatian yang tulus
  • Tunjukan sikap yang tulus hangat dan berempati selama pertemuan
  • Berikan cukup ruang dan waktu agar calon pembeli serasa nyaman dalam mempertimbangkan pilihan, tetapi jangan terlalu lama sehingga calon pembeli tidak akan memberikan komitmen
  • Bersikap informal santai tetapi sopan dan jangan memaksa
  • Terbukalah dalam memberikan informasi tentang diri Anda secara personal maupun pemikiran atau pendapat Anda
  • Berikan demonstrasi apabila memungkinkan
  • Presentasikan produk Anda dengan cara step by step
  • Tarik perhatian mereka pada garansi dan jaminan, rencana atau masa pemeliharaan atau masa percobaan yang memberikan jaminan terhadap kualitas barang dan layanan follow up yang terpercaya
  • Mintalah calon pembeli untuk menghubungi Anda apabila membutuhkan apapun sehubungan dengan produk yang ditawarkan termasuk setelah pembelian terjadi
  • Berilah penekanan pada… Support yang berkesinambungan Contoh-contoh dan kemudahan dalam penggunaan Stabilitas, kenyamanan, dan keamanan dari produk Garansi, jaminan, masa percobaan, follow up

Mereka tidak menyukai…

  • Pernyataan yang tidak logis dan emosional
  • Pertanyaan seputar pribadi
  • Presentasi yang terlalu antusias Melibatkan emosi
  • Rencana cepat kaya yang dibesar-besarkan (Lebay)

Oleh karena itu, yang harus Anda lakukan…

  • Siapkan dan tunjukan sebanyak mungkin bukti nyata, fakta, data informasi, grafik ataupun angka sebagai back up terhadap pernyataaan Anda.
  • Bila memungkinkan lakukan demontrasi untuk membuktikan produk Anda memiliki standar kualitas yang tinggi.
  • Berikan kesempatan bagi mereka untuk menunjukan ilmu, pengetahuan, dan pengalaman mereka
  • Berikan cukup ruang dan waktu bagi calon pembeli untuk melakukan analisa dan mempelajari produk Anda
  • Gunakan pendekatan yang logis dan objektif bukan dengan cara emosional
  • Pastikan Anda menguasai produk yang Anda tawarkan dan tunjukan secara detail spesifikasinya
  • Berikan demonstrasi apabila memungkinkan
  • Berilah penekanan pada… Kualitas dan standar yang tinggi Kemampuan dan keahlian Anda
  • Alasan yang logis dan objektif
  • Bukti nyata dan data konkrit
  • Keseriusan Anda

Dalam hati mungkin Anda bertanya, Coach, bagaimana Saya tahu bahwa calon pembeli Saya adalah tipe D, I, S, atau C?

Masa harus dikasih tes dulu?

Itu pertanyaan bagus. Dalam praktiknya, Anda tidak mungkin melakukan tes terlebih dahulu kepada calon pembeli Anda.

Tugas Anda adalah mengenali lebih dalam ciri-ciri setiap tipe yang sudah Saya jelaskan di atas. Sering-seringlah menebak berbagai tipe orang.

Lakukan people reading. Entah benar atau salah, tebak saja dulu.

Amati lagi lebih dalam mengenai ciri-cirinya, apakah sesuai atau tidak. Dengan begitu, Anda akan terbiasa menebak si A tipe apa, si B tipe apa, dan seterusnya.

Jika Anda sudah mengetahui tipe apa calon pembeli Anda, maka Anda akan dengan sangat mudah menjual produk Anda ke mereka.

Banyak sekali faktor yang menyebabkan produk Anda sulit diterima oleh market.

Tapi dari sekian banyak faktor tersebut, yang tidak kalah penting adalah karena faktor PENAWARANnya.

Kenapa produk kita sulit laku?

Karena penawaran kita TIDAK MENARIK.

Karena tidak menarik, orang tidak tergiur sedikitpun untuk membeli produk kita.

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat penawaran yang menarik?

Berikut 7 cara mudah membuat penawaran yang dapat menarik banyak pelanggan:

  1. Penawaran GRATIS Contoh:
  • GRATIS Ongkos Kirim ke seluruh Indonesia (berapapun beratnya)
  • GRATIS Cuci Mobil setiap kali service di bengkel ini
  • Ultah hari ini, silakan makan GRATIS!”
  • “Gabung jadi Distributor hari ini, tahun depan MUNGKIN pergi Umroh GRATIS!”
  1. Penawaran Paket Contoh:
  • Paket Spesial untuk Keluarga, hanya Rp 127.000 per porsi. Isi Lebih Banyak
  • Beli 1 harga Rp 50.000.
  • Beli 3 hanya Rp 120.000. Lumayan, hemat 30rb.
  1. Penawaran berupa GARANSI Contoh:
  • Jika dalam 3 bulan berat badan Anda tidak turun minimal 10 kg, GARANSI Uang Kembali
  • Jika dalam 6 bulan barang yang sudah Anda beli rusak dan tidak bisa dipakai lagi, GARANSI ditukar dengan yang baru.
  • Silakan pilih sesukamu
  1. Penawaran dengan BONUS “Senilai” Contoh:
  • BONUS 7 Ebook Cara Meningkatkan Omset Penjualan senilai Rp 1,25 juta
  • BONUS Powerbank kualitas terbaik senilai Rp 550rb
  1. Penawaran dengan Diskon yang Menggoda Contoh: “DISKON berdasarkan Usia.
  • Usia 99 tahun, Diskon 99%”
  • Khusus wanita hamil, DISKON 50%
  • Follower Twitter 1.000, DISKON 10%. Berlaku kelipatan
  1. Penawaran dengan Waktu yang Terbatas Contoh:
  • Daftar Seminar hari ini, tambah 10rb BOLEH datang berdua.
  • Khusus yang transfer maksimal hari ini Voucher belanja tambahan senilai Rp 100.000 ini hanya bisa ditukarkan untuk hari ini saja. Besok voucher hangus
  • DISKON 30% belaku sampai tgl. 31 Maret 2014
  1. Penawaran dengan Hadiah yang Nilainya Lebih Tinggi dari produk yang Dijualnya Contoh:
  • Investasi Traiining ini Rp 350.000. BONUS 7 Ebook + 2 Buku Best Seller senilai Rp 850.000
  • Beli kerudung ini, GRATIS jilbab terbaru

Kabar baiknya, itu hanya 7 dari sekian banyak penawaran. Saya akan membahasnya lebih detil pada bab berikutnya. Sabar ya… ^_^

So, jika perlu kita simpulkan, jago jualan itu sangatlah mudah. Asalkan potensi dan karakter Anda terus diasah, dilatih, dan dipraktikan.

Jangan hanya sekedar duduk diam membaca buku, tanpa pernah mempraktikkannya. Ya percuma…

Bab 3 TIADA HARI TANPA CLOSING

TANPA CLOSING, KEPALA PUSING! Tidak bisa dipungkiri, Closing adalah satu-satunya tanda bahwa sebentar lagi akan ada uang masuk ke rekening kita.

Karena itu, ilmu Closing menjadi perhatian khusus bagi Saya dalam dunia penjualan.

Saya banyak berlatih untuk menemukan pola yang tepat. Saya pun banyak belajar dari pakar penjualan dunia seperti Joe Girard, Frank Bettger, Zig Ziglar, Brian Tracy, Tom Hopkins, dan lain-lain.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu pusing mencari referensi ilmu-ilmu mereka, karena Saya akan membagikannya sebentar lagi. Siiip…?

Jualan adalah sebuah proses. Anda tidak bisa tiba-tiba melakukan Closing saat pertama kali bertemu dengan calon pembeli Anda tanpa sebelumnya membangun kedekatan, menggali kebutuhan, keinginan, dan atau masalahnya.

Apa maksud dari diagram di atas?

  1. PDKT

PDKT (baca: pendekatan) adalah tahapan pertama yang harus kita lakukan saat kita menjual.

Ini SANGAT PENTING! Karena tidak mungkin terjadi penjualan jika tidak ada pendekatan. No Rapport, No Sale!

  1. Gali Kebutuhan/Keinginan/Masalah Ada 3 value yang tekandung dalam sebuah produk atau jasa yang kita jual:

1) NEED Produk atau jasa kita membantu calon pembeli dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Contoh: jual air, makanan, sayuran, gas LPG, beras, pulsa, dan lain-lain.

2) WANT Produk atau jasa kita dapat membantu calon pembeli dalam mencapai keinginannya.

Contoh: jual fashion (agar terlihat lebih cantik, lebih syar i, lebih seksi, dll), jual pelatihan (menjadi lebih pintar, lebih kaya, lebih sukses, dll), jual gadget (lebih keren, lebih gaul, lebih canggih, dll).

3) PROBLEM Produk atau jasa kita dapat membantu calon pembeli dalam menyelesaikan masalahnya.

Contoh: jual obat (dari sakit jadi sembuh), jasa pengiriman barang (dari sulit jadi mudah), bimbingan belajar (dari nilai jelek jadi bagus), jas hujan (dari kehujanan jadi tidak kehujanan), service motor (dari motornya bermasalah jadi aman), dan lain-lain.

Dalam tahapan ini, kita mesti mencari tahu apa sesungguhnya yang mereka cari. Gali kebutuhan, keinginan, atau permasalahannya.

  1. Tawarkan Solusi Tawarkan solusi yang kita miliki.

Solusi tersebut terkandung dalam produk atau jasa yang kita jual.

  1. Closing Lakukan Closing! Tutup penjualan kita.

Disinilah akhir dari penjualan kita. PDKT bisa dilakukan dengan cara perkenalan, basa basi, menegur, menyapa, dan lain-lain.

Salah satu teknik yang cukup ampuh dalam melakukan PDKT adalah PACING & LEADING.

PACING

Inti dari Pacing adalah menjalin keselarasan dengan lawan bicara. Pacing bisa dilakukan dengan cara Matching dan Mirroring.

Apa saja yang bisa kita lakukan saat melakukan Matching dan Mirroring?

  • Kontak Mata
  • Kecepatan Mata Berkedip
  • Postur Tubuh
  • Kecepatan Bicara
  • Nada Bicara
  • Gaya Bahasa
  • Kecepatan Napas
  • Cara Berpakaian
  • Hobi
  • Daerah Asal
  • Bahasa Daerah dan lain-lain

LEADING

Inti dari Leading adalah mengarahkan lawan bicara. Biasanya leading dilakukan setelah kita melakukan 3x Pacing.

Disinilah awal mula kita mulai masuk tahapan kedua, yaitu menggali kebutuhan, keinginan, atau masalahnya.

Satu-satunya cara terampuh dalam menggali kebutuhan, keinginan, atau masalah calon pembeli adalah dengan BERTANYA.

Banyak orang merasa puas apabila sudah membombadir calon pembeli dengan penjelasan produk dari pada mendengar mereka.

Padahal seorang penjual hebat bukanlah mereka yang banyak bicara, tapi mereka yang banyak bertanya. Anda akan mengetahui berbagai teknik bertanya pada bab akhir buku ini.

Bagaimana cara melakukan closing yang baik? Sebelum itu, Anda harus terlebih dahulu mengetahui apa sebenarnya ciri-ciri calon pembeli siap untuk diclosing.

Anda bisa mengetahuinya dari 2 hal, yaitu Verbal dan Non-Verbal. Secara verbal, calon pembeli Anda akan mengatakan…

  • Oh gitu…
  • Hmm…
  • Ya ya ya…
  • Sip sip…
  • Menarik juga ya..

Secara non-verbal, calon pembeli Anda akan terlihat…

  • Menyimak dengan penuh perhatian
  • Berpartisipasi aktif
  • Mencatat Posisi duduk condong ke depan
  • Tersenyum Ada kontak mata
  • Mengangguk-ngangguk
  • Usap-usap dagu
  • Bertanya-tanya

Jika Anda sudah menemukan ciri-ciri closing seperti tersebut di atas, maka itulah saat yang tepat Anda melakukan closing!

Pernahkan Anda merasa kesal ketika Anda gagal dalam melakukan Closing?

Jika jawaban Anda adalah Ya, maka segeralah berbenah. Ketahui sejak dini apa yang menjadi penyebab Anda gagal Closing.

Jika Anda belum tahu penyebabnya, Saya akan segera memberitahu Anda sekarang Tentu Anda tahu bahwa tujuan terakhir dari seorang penjual adalah closing.

Karena hanya jika adanya Closing, maka akan terjadi transaksi jual beli dan uang masuk ke kantong kita.

Sebelum melakukan Closing, ada dua hal prinsip penting yang harus Anda perhatikan dalam proses menjual:

  1. Semua orang merasa tidak nyaman untuk membeli sesuatu

  2. Orang membeli bukan karena bagusnya produk Anda, tetapi seberapa berguna produk itu untuk mereka Pada saat Anda akan melakukan closing, ajukan pertanyaan seperti ini untuk diri Anda sendiri.

Apakah penjelasan yang Saya sampaikan sudah menjawab kebutuhan atau problem mereka?

Untuk menjawabnya Anda perlu banyak belajar dengan cara MENDENGARKAN dan BERTANYA.

Pertanyaan kedua adalah, Sudahkah Saya menjalin hubungan baik (PDKT) dengan calon pembeli?. Ingat sekali lagi, NO RAPPORT, NO SALE! Tak ada kedekatan, tak akan ada penjualan.

Jika Anda tidak ada kedekatan dengan calon pembeli, mana mungkin hubungan baik akan terjalin.

Jika Anda tidak memiliki hubungan baik, mana mungkin orang mau beli dari Anda.

Ada yang berbeda jika Anda melakukan closing menggunakan offline dan online.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, diantaranya:

OFFLINE

Cara PDKT (kedekatan) dengan calon pembeli

  • Bahasa Tubuh Anda saat menjual
  • Intonasi yang Anda keluarkan
  • Kata-kata yang Anda gunakan
  • Pakaian yang Anda pakai dan lain-lain

Intinya, jika Anda jualan offline, penampilan Anda akan dilihat oleh calon pembeli Anda.

Semakin Anda mirip dengan mereka, semakin mereka akan nyaman dengan Anda.

Semakin merasa nyaman, semakin mudah untuk membeli.

ONLINE

Berbeda dengan offline, dalam online Anda tidak perlu memperhatikan penampilan Anda.

Bahkan saat telanjang pun Anda masih bisa jualan. Hehe…

Sebagai gantinya, Anda harus pintar mengopreasikan media online yang digunakan.

Jangan sampai gaptek!

Cara Anda melakukan PDKT ke calon pembeli lewat online juga berbeda.

  • Anda harus sering-sering mengedukasi market Anda.
  • Anda bisa Menulis artikel-artikel bermanfat di website bisnis Anda
  • Menyebarkan broadcast edukasi melalui Broadcast Message di BlackBerry
  • Anda Sering-sering komentar di recent update teman BlackBerry
  • Anda Melakukan kultwit di twitter Aktif membalas mention dari followers
  • Anda Membuat page dan postingan di Facebook yang bermanfaat dan lain-lain Tak hanya itu, dalam online,

Anda pun harus benar-benar memperhatikan 5 hal ini, yaitu:

  • Copywriting
  • Headline
  • Gambar atau Foto

Kombinasi Warna Desain Kesemuanya itu akan menjadi faktor-faktor yang menentukan besar kecilnya % Closing Anda saat jualan online.

Tiada Hari Tanpa Closing…

Hal ini bisa dicapai jika kita telah memiliki target omset yang jelas setiap tahunnya.

Target tahunan itulah yang kita pecah menjadi target bulanan.

Target bulanan pun kita pecah lagi menjadi target harian. Itulah kuncinya…

Pertanyaannya, apakah Anda sudah memiliki target omset tahunan?

Apakah Anda sudah memiliki target omset bulanan?

Apakah Anda sudah memiliki target omset harian?

Kebanyakan pengusaha yang Saya tanya mereka tidak memiliki jawaban yang jelas tentang target omset yang mereka tetapkan. Kok nggak jelas?

Karena mereka tidak membuat targetnya. Kalaupun ada, hanya sekedar target saja yang dan tidak berkomitmen sungguhsungguh untuk bisa mencapainya.

Untuk itu, kalau Anda memang benar-benar ingin terus-terusan closing setiap hari, maka Anda harus membuat targetnya terlebih dahulu.

Untuk memudahkan Anda, silakan jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini di kolom yang sudah disediakan.

Jawab dengan serius dan jadikan ini sebagai titik balik bisnis Anda!

  • Berapa target omset Anda tahun ini?
  • Berapa omset yang telah Anda dapatkan sampai saat ini (pada tahun ini)?
  • Kenapa Anda harus berkomitmen untuk mencapai (bahkan melampaui) target tersebut?
  • Berapa persen keyakinan Anda bahwa target tersebut akan tercapai?
  • Apa yang membuat Anda yakin?
  • Apa yang membuat Anda tidak yakin?
  • Jelaskan! Sumber daya apa saja yang Anda butuhkan agar target tersebut benar-benar tercapai?

Jika harus dipecah dalam target bulanan, berapa target omset Anda dari setiap bulannya?

  • Januari 20..
  • Februari 20..
  • Maret 20..
  • April 20..
  • Mei 20..
  • Juni 20..
  • Juli 20..
  • Agustus 20..
  • September 20..
  • Oktober 20..
  • November 20..
  • Desember 20..

TOTAL * Silakan sesuaikan dengan tahun Anda saat ini Apa persisnya yang akan Anda lakukan agar target tersebut benar-benar tercapai?

Untuk menunjukkan komitmen Anda, apa punishment yang akan Anda buat untuk diri Anda sendiri jika pada akhirnya target tersebut tidak tercapai?

Reward apa yang akan Anda berikan untuk diri Anda sendiri jika seandainya target tersebut benar-benar tercapai?

Terakhir, mintalah orang terdekat Anda untuk menjadi saksi dari jawaban-jawaban yang Anda tulis dalam kolom di atas.

Terlepas dari itu semua, Allah pasti tahu kesungguhan Anda saat menuliskannya dan akan memberikan Anda yang terbaik sesuai niat dan kesungguhan Anda.

Bab 4 30 teknik jualan laris

INILAH TEKNIK JUALAN LARIS YANG TERBUKTI AMPUH MENGHASILKAN PULUHAN, RATUSAN, BAHKAN MILYARAN RUPIAH PER BULAN… Akhirnya…

30 Teknik Jualan Laris yang Anda tunggu-tunggu akan segera TERBONGKAR!!

Saya yakin Anda sudah tidak sabar ingin cepat tahu dan segera mempraktikannya.

30 teknik ini merupakan penyempurnaan dari materi Saya dalam seminar #17TeknikClosing.

Harapannya, jika dampak yang dirasakan oleh alumni seminar saja bisa signifikan, maka setelah baca, paham, dan praktik ini bisa semakin membantu Anda dalam meledakkan omset bisnisnya secara nggak karuan.

Siaaap…?!! Karena dalam bab ini Saya akan membeberkan 30 teknik, maka dalam praktiknya, silakan Anda latih dan gunakan satu teknik di setiap harinya (One Day One Technique).

Anda boleh baca seluruhnya terlebih dahulu, namun saat praktik, coba lakukan satu per satu.

Tes dan ukur hasilnya. Apakah teknik tersebut benar-benar cocok untuk produk Anda?

Apakah hasil yang dirasakan cukup signifikan?

Manakah teknik yang paling POWERFUL dan memberikan dampak besar bagi omset bisnis Anda?

TEKNIK 1: PERTANYAAN PILIHAN

JANGAN PERNAH BIARKAN CALON PEMBELI ANDA BERKATA: TIDAK!

Percakanpan Sales dan Bu Dewi

Sales : Bagaimana bu Dewi, jadi beli mobilnya

Bu dewi: nggak? :

Sales : Oh,

Bu dewi : nggak jadi pak…

Sales : Yaudah deh bu… #LapKeringat

Saya menyaksikan banyak sekali para penjual yang ketika menjual produknya menggunakan pertanyaan serupa seperti contoh di atas.

Saya yakin, kebanyakan orang akan menjawab NGGAK!!

Kenapa demikian?

Karena pertanyaan yang digunakan SALAH!

Pertanyaan tersebut secara tidak langsung memberikan sinyal kepada calon pembeli untuk berkata TIDAK.

Apalagi pertanyaan tersebut terlontar sebelum adanya kedekatan antara calon pembeli dan si penjual. Lalu, bagaimana seharusnya?

Gunakanlah teknik PERTANYAAN PILIHAN saat Anda ingin melakukan CLOSING.

Misalnya…

  • Lebih suka warna merah atau biru?
  • Mau ambil ukuran yang besar atau kecil?
  • Mau bayar tunai atau kredit?
  • Mau DP sekarang atau besok?
  • Jaketnya formal atau non formal?
  • Mau dikirim atau diambil?
  • Mau dikirim ke rumah atau ke kantor?
  • Mau beli 1 pcs atau 1 lusin?
  • Mau paket A atau paket B?
  • Mau paket bulanan atau tahunan?
  • Yang kapasitasnya 10.000 mah atau 20.000 mah?
  • Jam tangannya yang sporty atau formal?
  • Lebih nyaman pake manual atau matic?
  • dan lain-lain

Coba Anda perhatikan, dari contoh-contoh diatas, adakah celah bagi calon pembeli untuk berkata TIDAK dan menolak untuk membeli produk Anda? Jawabannya: TIDAK!

Karena si penjual menggunakan pertanyaan pilihan yang bisa menyudutkan calon pembeli untuk memilih salah satu diantara dua hal yang ditawarkan.

Namun yang mesti diperhatikan, teknik ini hanya boleh dilakukan jika Anda sudah benar-benar melakukan PDKT dengan calon pembeli dan mengetahui apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, atau permasalahan mereka.

JANGAN GUNAKAN TEKNIK INI TERLALU CEPAT SAAT ANDA BERJUALAN, kecuali Anda sudah melakukan edukasi sebelumnya di jauh-jauh hari. Action Yuk!

Tuliskan 5 alternatif PERTANYAAN PILIHAN yang bisa digunakan saat Anda menjual produk Anda?

1…..

2…..

3…

4…..

  1. ……

TEKNIK 2: YA YA YA

BUATLAH CALON PEMBELI BERKATA YA SEBANYAK- BANYAKNYA

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa jika kita mengajukan 6 atau lebih pertanyaan yang dijawab dengan jawaban YA, maka jawaban pertanyaan-pertanyaan berikutnya bisa dipastikan adalah YA.

Fakta tersebut diatas bisa kita manfaatkan dalam dunia penjualan, terutama dalam mensetting calon pembeli untuk berkata YA dan membeli produk kita.

Misalnya…

Sales : Apakah Anda ingin agar bisnis Anda tumbuh & berkembang?

Calon Pembeli : Ya…

Sales : Apakah Anda ingin meningkatkan omset bisnis Anda? Calon Pembeli : Ya…

Sales : Apakah Anda ingin memperbanyak jumlah pelanggan Anda?

Calon Pembeli : Ya…

Sales : Apakah Anda ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak?

Calon Pembeli : Ya…

Sales : Apakah Anda ingin mengurangi beban biaya Anda?

Calon Pembeli : Ya…

Sales : Apakah Anda ingin segera melunasi hutang-hutang Anda?

Calon Pembeli : Ya…

Sales : Apakah Anda ingin segera memulai & mengetahui caranya? Calon Pembeli : Ya… (CLOSING!)

Teknik YA YA YA sangat cocok ketika Anda sudah memiliki sedikit gambaran mengenai kebutuhan, keinginan, atau masalah yang sedang dihadapi calon pembeli.

Jika Anda lihai dan pintar dalam menggunakan teknik ini, entah ketika jualan offline maupun online, maka Anda akan lebih mudah untuk membuat calon pembeli Anda mengangguk-ngangguk dan setuju dengan apa yang Anda katakan.

Asyik bukan?

Tentu dalam praktiknya, gunakan teknik ini secara mengalir, tidak kaku, dan nyaman didengar.

Misalnya…

Sales : Mudah kan mba menemukan alamat kami?

Calon Pembeli : Ya, mudah kok… Saya sering lewat sini

Sales : Oh ya, mba mau cari baju untuk pernikahan ya?

Calon Pembeli : Iya nih, persiapan untuk 3 bulan lagi Saya nikahan…

Sales : Waaah… Selamat ya mba. Mba pasti seneng banget ya?

Calon Pembeli : Iya Alhamdulillah, setelah sekian lama. Hehe…

Sales : Kalau dilihat dari baju mba sekarang, mba suka warna merah ya?

Calon Pembeli : Iya, rencana saya mau nyari yang warna merah juga

Sales : Baju model yang ini cantik sekali mba ya?

Calon Pembeli : Iya… Harganya yang ini berapa?

Sales : Mba nyarinya baju yang bagus dan berkualitas kan ya?

Calon Pembeli : Iya…

Sales : Mba mau ambil yang ini aja?

Calon Pembeli : Iya.. Yang ini aja deh (CLOSING!)

Bagaimana, sudah paham? Oh ya, yang mesti diingat, JANGAN TERLALU LEBAY DALAM BERTANYA, karena calon pembeli Anda bisa BT atau bad mood terhadap Anda.

Kalau mereka sudah BT, jangan berharap terjadi Closing, yang ada malahan calon pembeli Anda bisa kabur nggak kembali lagi.

Action Yuk!

Tuliskan 7 pertanyaan beruntun yang kemungkinan jawabannya adalah YA YA YA dan berujung pada sebuah pembelian!

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

TEKNIK 3: KELANGKAAN

SEMAKIN LANGKA SUATU PRODUK, SEMAKIN BANYAK PERMINTAAN

Disadari atau tidak, orang suka eksklusivitas.

Nilai eksklusivitas ini bisa ditunjukkan dengan sebuah kelangkaan atau keterbatasan. Yang termasuk langka itu TIDAK sampai puluhan jumlahnya. Kalau sudah sampai puluhan, ratusan, bahkan ribuan, itu sudah tidak terbatas lagi.

Hati-hati, jangan sampai blunder. Apa saja yang bisa Anda buat langka?

Kelanjutanya Tehnik Ini dan 27 Tehnik Lainnya bisa Anda Baca di Buku 30 Hari Jago Jualan dengan klik gambar

buku 30 hari jago jualan

 

Atau bisa pesan via whatsapp 

6281295435806

Biografi Penulis Buku 30 Hari Jago Jualan

Dewa Eka Prayoga adalah seorang Business Coach dan Penulis Buku Best Seller 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula, yang telah membantu banyak pengusaha untuk meningkatkan omset dan profit bisnisnya hingga berkali-kali lipat.

Beliau merupakan Founder dan CEO dari Billionaire Coach. Untuk meningkatkan kemampuan public speaking dan komunikasi, beliau telah tersertifikasi Hypnotis dari Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH), Hypnotherapyst dari Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH), dan Certified Trainer Boot Camp and Contest dari I2Move.

Beliau telah memberikan training dan seminar pada lebih dari 10.000 orang dari Sabang sampai Merauke tentang motivasi, inspirasi, dan bisnis. Beliau juga termasuk Top 100 Best Coach di dunia menurut E-Business Coach.

Beberapa perusahaan dan lembaga yang telah menggunakan jasa beliau diantaranya PT. Almahaz Internasional, PT. Gema Mitra Bersama, CV. Cosh Indonesia, CV. Almausul Embroidery, Keke Collection, Arafah Collection, Trijayatrans, Tewink Salon Muslimah, Klinik Herbal Uswah, Butik Kebaya Laksmi, Mie Akhirat, Spikus Surabaya, Frozzie Brownies, Syirkah Aqiqah, Papa Pia, HIPMI,Komunitas TDA, GIMB Entrepreneur School, Universitas Pasundan, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendididkan Indonesia, Universitas Telkom, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, dll.

Jangan Dulu Buka Bisnis sebelum Baca Buku Ini! Ini baru disebut buku dagingnya calon pengusaha dan pengusaha pemula.

Bukan sekedar Motivasi, tapi teknis yang perlu diketahui. Saya ngangguk2 baca buku ini! (Jaya Setiabudi – Penulis Buku Best Seller The Power of Kepepet dan Kitab Anti Bangkrut, Founder Yukbisnis.com)

Segera Miliki Buku 30 Hari Jago Jualan dengan klik Tombol dibawah

kuning beli sekarang

Atau Klik

WA 6281295435806

 

Sukses untuk kita yang mau berusaha