Kampung Tambun Rengas Cakung Timur Jakarta Timur dan Dinamikannya

By | June 8, 2019
Sebelum berbicara tentang “Tambun Rengas” yang jadi Topik bahasan si Postingan ini , saya Perkenalkan sedikit Siapa saya dan apa sih Pekerjaan saya

About Burhan Rengas

BurhanRengas , adalah perpaduan 2 nama berlainan asal usul yang saling terkait satu sama lain.

Ahmad Burhan aka Burhan Rengas

Ahmad Burhan aka Burhan Tengas Owner BurhanRengas.com

Burhan =>> Merupakan Nama belakang saya ” Ahmad Burhan ” ,

Rengas =>> Merupakan Nama Belakang Tempat / Kampung/ Desa lahir saya ” Tambun Rengas ” ,

Awalnya Nama Aslinya Ahmad Burhan akan saya gunakan untuk Branding dan Nama Bisnis saya

Namun setelah digodok, dipertimbangkan,difikirkan dan dirumuskan yang cocok adalah gabungan dari Nama Asli dan Nama Tempat Lahir ,

Maka Jadilah ” Burhan Rengas ” , sebagai Nama Branding dan Nama Bisnis yang saya Jalankan saat ini dan seterusnya.

Sesuai kaidah SEO LBO atau Local Business Optimize dan Abandoned Keyword , Bahwa Penerapan kata kunci Nama Orang , kata kunci barang / produk jualan dan nama kota/kelurahan/kecamatan/provinsi

sangat di unggulkan oleh Google untuk tampil di halaman awal ( pejwan) pencarian selain domain extension .id dan .web.id ,

Maka BurhanRengas.com , selain digunakan untuk Optimasi SEO abandoned Keyword , SEO LBO ( local business optimization), maupun untuk Branding Bisnis dan Personal amat sangat mendukung.

Okeh…

Lanjut ke bahasan inti tentang

Kampung Tambun Rengas

TAMBUN RENGAS adalah sebuah tempat/kampung/desa yang terletak di Cakung Timur- Jakarta Timur dengan kode pos 13910,

Desa | Kampung Tambun Rengas ini tidak terlalu terkenal di daerah – daerah manapun kecuali sekitarnya, seperti malaka, rorotan, kandang sapi, kayu tinggi, rukem, tambun selatan dan daerah cakung,

Maka dari itu lewat Postingan ini saya Sebarkan Virus kebaikan dari nama ” Tambun Rengas ” baik sebagai desa maupun sebagai Kampung di dalam Kota Pemerintahan wilayah Jakarta Timur.

Karena saya yakin suatu waktu Nama ” Tambun Rengas ” akan terkenal ke seantero Indonesia bahkan Dunia lewat Karya Kreatif dan Kecerdasan Anak Remaja Tambun Rengas.

Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur

Kelurahan di Kota Administrasi Jakarta Timur dimana Desa| Kampung Tambun Rengas Berada Merupakan salah dua

Kelurahan Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur memiliki kode pos 13910

Cakung Timur
Kelurahan
Negara Indonesia
Provinsi Jakarta
Kota Jakarta Timur
Kecamatan Cakung
Kodepos 13910
Luas 9,81 km²
Jumlah penduduk 66.444 jiwa
Kepadatan 6.773 jiwa/km²

Kelurahan ini terletak di kecamatanCakung, Jakarta Timur.

Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar 66.444 jiwa dan luas 9,81km.

Kelurahan Cakung Timur ini berbatasan dengan Cilincing di sebelah utara, Cakung Barat di sebelah barat, Ujung Menteng di sebelah timur dan Pulo Gebang di sebelah selatan.

Sekolah Negeri dan Swasta di Tambun Rengas

Di Tambun Rengas ,Terdapat beberapa Sekolah Negeri dan Swasta ,

Dimana Sekolah Negerinya baru Level SD ( Sekolah Dasar Negeri ) seperti :

  • Sekolah Dasar Negeri 02 dan
  • Sekolah Dasar Negeri 05,

Kedua Sekolah Dasar Negeri ini berada dalam satu area dan Berdampingan satu sama lain.

Sekolah Dasar Negeri 05 kini sudah melaksanakan Pembangungan Gedung lebih Modern dengan 4 Tingkat sedang Sekolah Dasar Negeri 02 Rencananya nanti di gabung ke 05

Sedang untuk Sekolah Swastanya di level Madrasah Tsanawiyah dan Ibtidaiyah yaitu :

  • Jauharotul Huda, dan
  • Assa’adah

Kedua Sekolah ini didirikan hampir 100 tahun, dan Pendirinya dari kedua Sekolah Swasta tsb merupakan dua Orang kiyai / Ustadz yaitu :

  • KH. Ahmad Marzuki bin Muhabbar dan KH. Ahmad Muhamad bin Muhabbar untuk MTs Assa’adah
  • KH.Muhaimin bin Marzuqi bin H. Dhomiri untuk MTs Jauharotul Huda

Yang memiliki Silsilah keluarga yang sama dan Jika di Runut akan bertemu Pada Satu Nama yang saya sendiri kuarng tahu hehe…maklum belum Riset kesitu ya…

Baca : Sejarah Singkat MTs Jauharotul Huda Tambun Rengas Cakung

Sayang untuk MTs Assaadah Tambun Rengas Cakung dimana saya pernah belajar sampai Khatam , tidak ada Dokumentasinya secara Online.

Saya sendiri Pernah mengikuti /mengenyam Pembelajaran/pendidikan di SDN 02 dan di MTs Assa’adah Tambun Tengas Cakung dengan guru yang baik dan fasilitas yang mendukung,

Dulu tahun 1995 -1998 bangunannya masih Sederhana terdiri hanya 3 kelas dan 1 ruang guru yang memang sederhana.

Namun kini seiring berjalannya waktu Gedung MTs Assadah sudah tingkat 2 dan dengan Ruang guru yg Bagus dan memadai.

Begitupun MTs Jauharotul Huda yang lebih Maju baik dari sisi pembangunan fisiknya maupun metode Pembelajarannya.

Beda dulu beda Sekarang , Dulu Tamvun Rengas Masih dikelilingi Persawahan yang lumayan luas seratus Hektaran sawah berada di sekeliling kampung / desa Tambun Rengas.

Udaranya kalau pagi masih segar dan fresh, namun lama kelamaan makin kesini makin sempit dan persawahan berganti jadi perumahan yang di tutupi tembok di sekelilinganya.

Sehingga wajah Kampung Tambun Rengas tertutupi oleh bangunan tembok perumahan JGC.

Kini Tambun Rengas di himpit dua perumahan, perumahan Jakarta Garden City dan MM yang bangunannya lebih menggila adalah JGC, karena memang lahan yang mereka miliki hampir 95% dari tanah Persawahan yang ada.

Perumahan JGC ( Jakarta Garden City) yang bersebelahan dengan kayu tinggi, kampung kandang sapi dan Tambun Selatan ini membuat jalan motor dan mobil yang menembus sampai Kanal (BKT) dan kali Kampung yang Jadi Pembatas Jelas Antara Jakarta dan Bekasi,

Dulu Dimana Banjir Kanal Timur ( BKT) dibuat Terpanjang Tiang /Patok Pembatas segi Empat di tengah Persawahan.

Saya ingat sekali setiap pergi kesawah pagi ,siang atau sore sekitar jam 2 an saya selalu sempatkan Naik dan Menduduki Pilar/Patok Pembatas Wilayah tsb yang kini berubah jadi Kanal /Sungai.

Kebetulan Tambun Rengas memang berada di tengah tengah atau Perbatasan antara Bekasi dan Jakarta, didalam pembangunan jalanan JGC juga membuat taman taman yang indah yang dikhususkan untuk penghuni perumahan.

Banyak warga sekitar harapan indah,bogor bawah,karang tengah,malaka,ujung menteng, kayu tinggi, warga kampung kandang sapi, pulo gebang, rawa kuning berjejalan untuk bermain atau jalan jalan sore disini, dan tidak sedikit kendaraan yang tes adu balap disini,

Pemandangan yang indah bersama senja membuat kamera HP atau DSLR anda bisa digunakan untuk mengabadikan moment indah tsb.

Namun dibalik keindahan Taman Banjir Kanal Timur dan Perum JGC tercemari khususnya pada malam hari, banyak pembegalan dan orang yang maksiat disini mungkin salah satu nya karna sepi dan gelap,

Meski Kampung Tambun Rengas tertutupi oleh tingginya dinding dinding Pembatas Perumahan JGC / Jakarta Garden City , Namun Gaungnya bisa memancar ke seantero Indonesia dan bahkan Mancanegara Insya Allah salah satunya dengan Postingan ini hehe…

Tentu tidak ini saja !!! saya juga sedang pasang jaring bisnis untuk dapat mempopulerkan Nama ” Tambun Rengas ” dengan berbagai cara yang saya ketahui dan pelajari.

Contoh Kongkretnya adalah Website ini BurhanRengas.com , Merupakan gabungan Nama untuk Branding Personal maupun Branding Bisnis , dengan kiasan , Ahmad Burhan Putra Asli #KampungTambunRengas yang Go Nasional dan Internasional dengan Bisnis Online dan Offline. ( Alhamdulillah).

Juga dengan Website lain yang menyasang secara tidak langsung nama Tambun Rengas Melalui cakung :

  • Omah Buku Cakung
  • Madu Phuceng Cakung
  • Kepochips Cakung
  • Jual Madu Phuceng Cakung
  • Omah Buku | Omah Juragan Buku Cakung
  • BurhanRengas.blogspot.com
  • BurhanRengas.wordpress.com
  • Burhan Rengas Group
  • Keripik Pisang Kepochips Cakung
  • dll…

Yang saya persiapkan selanjutnya untuk melakukan Booming tehnik SEO Abandoned Keyword ( kata kunci nyasar/kurang peminat) dan SEO LBO (Local Business Optimized).

 

FlaseBack Kampung Tambun Rengas dimasa Hijau

Jika diatas adalah keadaan Tambun Rengas Saat ini dan Kedepannya.
Maka Tulisan berikut ini adalah Flaseback ke masa masa sebelum sekarang dan masa dimana Kampung Tambun Rengas masih dikepung dengan Hektaran Sawah dan Padi yang Menghijau dan ada yang mula i menguning.

Tambun Rengas Tempo tahun 2008 kebawah

Bicara soal Tambun Rengas tentunya ga bakal habis cerita sampai besok ya , Karena bicara Tambun Rengas | Kampung Tambun Rengas adalah seolah bicara dengan hidup dan kehidupan diri pribadi dan orang disekitar kita.
Karena Tambun Rengas merupakan Desa/Kampung di tengah kota dimana saya ( Burhan Rengas) dan ratusan anak putra maupun putri dilahirkan ,dibesarkan dan di didik dengan kultur adat betawi.
Meski bukan bahasa betawi totok ( bahasa betawi asli ) , namun fakotr keturunan dari embah,eyang,buyut, engkong,nyai yang memang asli berasal dari keturunan Mbah Cakung ( sesepuh /buyut,nenek moyang daerah cakung dimasanya).

Wah…Ternyata Ada 22 Hektare Sawah di Jakarta

Tulisan dibawah ini merupakan Kumpulan Dokumentasi dari beberapa Reporter Koran ibu kota yang berhasil di rangkai oleh seorang blogger asli Tambun Rengas yang saya sertakan datanya di bawah /akhir postingan ini

Media Bicara Tentang Tambun Rengas

Berikut sebagian besar tulisan dari media tsb :

” Hampir seluruh sisi ruang di Ibu Kota Negara ini hampir disesaki dengan pembangunan. Namun masih tersisa petakan sawah produktif di Kampung Tambun Rengas, RT 007/RW 07, Kelurahan Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur.

Kondisi sawah di pinggiran timur kota Jakarta itu masih dapat bertahan ditengah ganasnya pembangunan masif.

Menurut seorang petani di lokasi, Sukardi, dia tidak dapat menyembunyikan kegelisahan dengan pesatnya pembangunan di sekitar lahan pertanian yang dikelola kelompoknya.

Selain perumahan penduduk, banyak lahan-lahan pertanian yang berubah fungsi menjadi pabrik, ungkap Ketua Kelompok Tani Suka Mulya itu.

Menurutnya sebanyak 85% warga di wilayah RW 07 Kelurahan Cakung Timur ini hidupnya dari lahan pertanian. “Kami mengharapkan lahan-lahan yang ada dapat terus dikelola, bahkan kalau mungkin dikembangkan,” harapnya.

Dia bercerita pada 2005 lalu kelompoknya sempat gagal panen karena hama dan imbas dari limbah pabrik.

Para petani berharap mendapatkan proteksi dari pihak pemerintah untuk dapat terus mengelola lahan pertanian yang sebagain besar sudah dimiliki para pengembang tersebut.

Kasudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Timur Bayu Sari Hastuti,  menjelaskan petani memulai kegiatan panen rayanya di atas lahan seluas 22 hektar kemarin.

Panen pertama pada 2010 ini dinikmati oleh 30 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Suka Mulya.

Dalam satu tahun petani bisa melakukan panen sebanyak dua kali, ungkapnya.

Namun bila kondisi air bagus dan musim panas tidak terlalu menggangu panen bisa sampai tiga kali dalam setahun.

Dia menambahkan luas lahan satu hektar saja dapat menghasilkan 10,3 ton beras.

Bayu juga menjelaskan, sektor pertanian dapat memberikan peluang pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat di Cakung Timur.

Selain itu juga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Keberadaan lahan pertanian ini diharapkan dapat tetap dipertahankan sebagai paru-paru kota Jakarta, ” ujar bayu.

Wakil Walikota Jakarta Timur Asep Syarifudin, memimpin  langsung panen raya padi, di Kampung Tambun Rengas.

Dia menjelaskan terdapat 400 hektar lahan tanaman padi yang dikelola oleh 13 kelompok tani yang terdiri dari 316 petani.

Lahan-lahan persawahan di wilayah Kecamatan Cakung sudah ada sejak dulu, sebagai lahan produktif dan potensial untuk kegiatan pertanian, jelasnya.

Namun saat ini kepemilikan lahan-lahan pertanian tersebut sebagian besar sudah dikuasai oleh swasta atau pihak pengembang.

Asep berharap lahan-lahan yang masih ada dapat dipertahankan pemanfaatannya untuk kegiatan pertanian.

“Keberadaan lahan pertanian di Kecamatan Cakung ini musti dipertahankan, karena memiliki fungsi ganda, yaitu selain sebagai sumber mata pencaharian masyarakat juga merupakan ruang terbuka hijau bagi kota Jakarta,” kata Wakil Walikota.

Pemerintah kota juga menyerahkan bantuan kepada para petani berupa benih padi varietas mekongga (cigeulis) sebanyak 1 ton, pestisida nabati 100 liter, perangkap tikus 4 buah, 100 bibit pohon mangga serta benih ikan nila dan lele sebanyak 600-700 ekor.

Turut hadir pada kesempatan panen raya padi ini, Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Timur Sutia, Camat Cakung Lukman Hakim, Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur Adnan Ahmad, Lurah Cakung Timur Suhardiyono, Ketua RW 07 Kelurahan Cakung Timur Haji Markasih, dan para pejabat terkait lainnya.(ahm)
(Isfari Hikmat/Koran SI/mbs)

Liputan Lainnya Tentang Tambun Rengas

Hamparan sawah menghijau merupakan pemandangan langka bagi metropolitan Jakarta, tidak terkecuali bagi warga kawasan pinggiran Jakarta.

Namun di balik lalu lalang kendaraan dan padatnya permukiman penduduk, di kawasan Cakung, tepatnya di Kelurahan Cakung Timur, masih dapat ditemui area persawahan.

Petak-petak persawahan Ini berada di Kampung Tambun Rengas. RW 07, Cakung Timur, Kec. Cakung, Jakarta Timur.

Hamparan padi berwarna hijau dan kuning membentang di depan mata.

Sayangnya, sebagian besar area lahan yang dijadikan persawahan Ini adalah milik swasta yang sewaktu-waktu bisa beralihfungsl sesuai kemauan pemiliknya.

Saat ini warga setempat masih diizinkan memanfaatkan lahan kosong tersebut dengan menggarapnya menjadi persawahan.

Kampung Tambun Rengas Ini memang benar-benar berada di pinggiran Jakarta Di sebelah timur, Kampung Tambun Rengas berbatasan langsung dengan Kecamatan Medansatria, Bekasi, Jawa Barat,

Sementara di sebelah utara berbatasan langsung dengan Kecamatan Cilincing.

Kamis (6/5) pagi kemarin, puluhan warga Rw 07 di Kampung Tambun Rengas, Cakung Timur, tampak bersukaria.

Inilah saatnya mereka memanen padi yang mereka tanam sejak akhir Desember 2009. Sebanyak 22 hektar sawah yang mereka garap siap dipanen hari Itu.

Sukardi, Ketua Kelompok Tani Suka Mulya mengungkapkan, ada 30 petani yang tergabung dalam kelompoknya dan menjadi penggarap sawah seluas 22 hektar yang mereka panen hari itu.

Menurut Sukardi di balik sukaria dan kebahagiaan mereka hari itu, ada kegelisahan yang amat sangat di dadanya.

Apalagi kalau bukan pesatnya pembangunan di sekitar lahan pertanian yang mengancam kelompok petani itu.

Dari 22 hektar lahan yang mereka panen hari itu 19.5 hektar lahan adalah milik PT Modern Land ,sedangkan warga hanya menggarapnya saja.

Seluas 2.5 hektar lahan sisanya adalah milik warga setempat yakni Haji Mardjuki ( almarhum).

Sukardi menuturkan, selain perumahan penduduk, banyak lahan pertanian yang dulu ada berubah fungsi menjadi pabrik.

“Pada tahun 2005 kami sempat gagal panen karena selain tanaman padi terkena hama. Juga Imbas dari limbah pabrik, katanya.

Mereka kini seperti menghitung hari ketika sawah lenyap dari bumi metropolitan.

Dirinya pun berharap proteksi dari pihak pemerintah untuk dapat terus mengelola lahan pertanian yang sebagain besar sudah dimiliki para pengembang tersebut.

“Karena 85 persen warga di wilayah RW 07 Kelurahan Cakung Timur Ini hidupnya dari lahan pertanian, kami mengharapkan lahan-lahan yang ada dapat terus dikelola, bahkan kalau mungkin dikembangkan.” harapnya.

Dari informasi warga setempat atau beberapa kelompok tani yang masih ada, sampai tahun 2005 masih ada sekitar 1.000 hektar lahan aktif yang menjadi-areal persawahan di Kecamatan Cakung.

Namun kini Jumlahnya menyusut menjadi 400 hektar lahan saja, karena sudah diubah fungsi oleh para pengembang menjadi pemukiman penduduk atau pabrik.. Itu pun 90 persennya adalah milik pengembang atau pihak swasta.

“Jadi warga hanya menggarapnya saja dan menyewa lahannya,” ujar Sukardi.

Contoh buruk dirasakan Chasmita Semula dirinya sempat menikmati manisnya menggarap sawah.

Tetapi sejak akhir tahun 2005, sawah garapannya seluas dua hektar diambil kembali oleh pemilik lahan.

Saat datang ke Jakarta dari kampungnya di Indramayu Jawa Barat pada tahun 1982 lalu, Chasmita memang tidak punya keinginan menjadi petani sawah metropolitan.

Ia cenderung memilih berdagang sayur- mayur di Pasar Cakung yang dinilainya lebih menguntungkan.

Namun latar belakang pengalamannya sebagai petani padi membuat dirinya tidak dapat begitu saja meninggalkan pekerjaannya sebagai petani di sawah.

Berbekal hasil negosiasi dengan penguasa lahan, Chasmita mendapat lahan untuk digarapnya menjadi sawah.

Dari sawah garapannya sekali panen ia dapat memperoleh penghasilan lumayan Sekitar 20 Juta per tahun.

Uang Ini dimanfaatkan untuk menyekolahkan keempat anaknya.

Namun kini untuk menghidupi anak istrinya, Chasmita kembali berdagang sayur- mayur, di pasar kecil tidak Jauh dari rumahnya.

Kembali ke sawah, bermandi lumpur dan menuai bulir-bulir padi yang menguning, kini hanya menjadi kenangan bagi Chasmita.

Meski demikian, keinginannya untuk kembali menggarap sawah di tengah-tengah hiruk pikuk Kota Jakarta terus membara.

Bagi dirinya, menanam padi di Jakarta tidak hanya untuk mencari penghasilan, tetapi Juga untuk menciptakan kawasan hijau di tengah-tengah gersangnya kota Jakarta.

“Kepingin banget untuk bisa bersawah lagi, Tapi tampaknya sulit karena Justru lahan yang ada akan lenyap.” katanya. Penulis :(Badi Sam Law Milan)

Gambar Terdokumentasi Tentang Tambun Rengas

Jalan utama tambun rengas cakung jakarta timur

Jalan Utama Tambun Rengas Cakung Jakarta Timur

mushola di dekat mta jauharotul huda tambun rengas cakung

Mushola dekat MTs Jauharotul Huda Tambun Rengas Cakung Jakarta Timur

pintu gerbang sdn 05 tambun rengas cakung

Pintu Gerbang SDN 05 Tambun Rengas Cakung Jakarta Timur

gedung sdn 05 tambun rengas cakung jaktim sebelum dipugar

Gedung SDN 05 Tambun Rengaa Cakung Jakarta Timur sebelum dibangun 4 lantai

jalan utama tambun rengas cakung jakarta timur

Jalan Utama Tambun Rengas Cakung Jakarta Timur

jalan dan pohon rengas di belakang sdn 05

Jalan utama dan pohon rengas di belakang sdn 05

Jalan di depan Sdn 02 dan 05 Tambun Rengas Cakung

Jalan di Depan SDN 02 dan SDN 05 Tambun Rengas Cakung Jakarta Timur

Lapangan bola Kampun Tambun Rengas Cakung Jaktim

Lapangan Sepak Bola Tambun Rengas Cakung Jakarta Timur

Sekolah Dasar Negeri 05 Tambun Rengas Cakung Jaktim
 Sekolah dasar 05 Tambun Rengas Cakung

Sumber : Peluang Usaha Rumahan di Cakung

– https://news.okezone.com/read/2010/05/07/338/330433/wah-ternyata-ada-22-hektare-sawah-di-jakarta

Kesimpulan

Tambun Rengas meski kini sudah tertutupi oleh dinding perumahan JGC dan terkikisnya hektaran Pematang sawah berubah menjadi Perumahan Mewah dgn harga mulai 1,5 Milyar waaw….wooww…

Sebelumnya sudah diposting dengan tema #rengas juga yaitu postingan berjudul ” Kampung Desa Rengasku ” , serta satu postingan lainnya berjudul ” Fenomena Nama Rengas ada di Indonesia dan Malaysia ” ,dan yang terbaru sebelum postingan utama ini adalah ” Kelurahan Rengas Ciputat Timur Tangerang Selatan  ” .

Namun Gaungnya Kampung Tambun Rengas akan menggema menerobos kepenjuru Indonesia dan Dunia dengan bantuan Internet.

Dan BurhanRengas.com , menjadi salah satu Corong Syiar keberadaan Kampung Tambun Rengas di pinggir kota Jakarta Timur.

Salam Sukses , Berkah dan Barokah Always…

Blogger Kampung Tambun Rengas

Ahmad Burhan aka Burhan Rengas

WA 6281295425806 ,

 

#Rengas

#TambunRengas

#KampungTambunRengas

#AhmadBurhan

#BurhanRengas

#BloggerRengas

#BloggerTambunRengas

#BloggerKampungTambunRengas

#BloggerCakung

#BloggerTambunRengasCakung